event

MUSYAWARAH TAHUNAN JURUSAN SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG ANGKATAN 2018

MALIKA FC

TIM UTAMA FUTSAL SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG "MALIKA FC"

event

pacitan

SAVE PACITAN

kegiatan bakti sosial bersama LTNU di Pacitan, dengan agenda trauma hearing

Sosiologi Agama adalah salah satu program studi di lingkungan IAIN Tulungagung.yang bernaung di bawah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). SALAM SATU WARNA

Wednesday, November 8, 2017

Arief Budiman


Tidak Sedikit yg tak tahu bahwa Arief Budiman merupakan kakak kandung dari Soe Hok Gie yg wafat dunia yang merupakan tokoh pergerakan mahasiswa.

Lahir di Jakarta, 3 Januari 1941, dilahirkan dgn nama Soe Hok Djin, yaitu satu orang aktivis demonstran Angkatan '66 dengan bersama adiknya, Soe Hok Gie. Terhadap dikala itu beliau tetap jadi mahasiswa Fakultas Psikologi Kampus Indonesia di Jakarta. Ayahnya seseorang jurnalis yg bernama Soe Lie Piet.
Sejak periode mahasiswanya, Arief telah aktif dalam kancah politik Indonesia, dikarenakan dirinya ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan kepada th 1963 yg menentang kegiatan LEKRA yg dianggap memasung kreativitas kaum seniman.

Kendati ikut melahirkan Orde Baru, Arief bersikap amat kritis kepada politik pemerintahan di bawah Soeharto yg memberangus oposisi & seterusnya diperparah bersama praktik-praktik korupsinya. Kepada pemilu 1973, Arief & kawan-kawannya mencetuskan apa yg dinamakan Golput atau Golongan Putih, yang merupakan tandingan Golkar yg dianggap membelokkan harapan awal Orde Baru buat membuat pemerintahan yg demokratis.

Belakangan Arief "mengasingkan diri" di Harvard & membawa gelar Ph.D. dalam ilmu sosiologi pula posting disertasi berkenaan kesuksesan pemerintahan sosialis Salvador Allende di Chili.

Kembali dari Harvard, Arief mengajar di UKSW (Kampus Kristen Satya Wacana) di Salatiga. Kala UKSW dilanda kemelut yg berkepanjangan lantaran pemilihan rektor yg dianggap tak adil, Arief laksanakan berakhir mengajar, dipecat & hasilnya hengkang ke Australia juga menerima penawaran jadi profesor di Kampus Melbourne.

Terhadap bln Agustus 2006, dirinya menerima penghargaan Bakrie Award, program tahunan yg disponsori oleh keluarga Bakrie & Freedom Institute buat bagian penelitian sosial.

Pasca kerusuhan Mei 1998, dgn istri Leila Ch. Budiman bermukim & mengajar di Kampus Melbourne, Australia.

http://biografi5.blogspot.co.id/2015/04/biografi-profil-dan-tokoh-sosiologi.html

Prof Dr Paulus Wirutomo sang Sosiolog Pendidikan




Prof Dr Paulus Wirutomo sosiolog & guru agung FISIP Kampus Indonesia. Cowok kelahiran Solo, 29 Mei 1949, ini menamatkan sarjana sosiologi dari Kampus Indonesia, 1976. Memperoleh S2 bagian Perencanaan Sosial dari University College of Swansea Wales, Inggris, 1978 & S3 bagian Sosiologi Pendidikan dari State University of New York at Albany, USA, 1986.

Ia menjabat Ketua Departemen Sosiologi FISIP UI, 2005-2009 & Ketua Acara Magister Manajemen Pembangunan Sosial Pascasarjana UI, 1997-sekarang.

Jelasnya, pembangunan sosial waktu ini tetap disalahpahami. Bagi pemerintah, pembangunan sosial cuma dianggap yang merupakan bagian pembangunan saja. Meski faktor ini tak sepenuhnya salah, tapi pula tak sanggup dibenarkan.

Pasalnya, kata Paulus, pengertian pembangunan sosial yg benar itu lebih dari sekadar pembangunan bidang. Dalam pembangunan sosial, mesti termuat peningkatan hubungan & jalinan sosial dalam warga. Tidak Dengan berjalan mutu interaksi sosial dari langkah pembangunan sosial yg diambil, susah menyampaikan adanya pembangunan sosial.

Tuturnya, bukan cuma pemerintah, tapi sebahagian agung kita tetap mendalami pembangunan sosial itu sekadar charity yg tak membuahkan duit. "Mengikuti logika pembangunan sosial yang merupakan bidang, sehingga pembangunan sosial ini membutuhkan masukan berupa penyediaan budget, butuh pembiayaan. & mengikuti pemahaman pembangunan sosial juga sebagai charity, sehingga pembangunan sosial itu dianggap juga sebagai suatu langkah yg tak membuahkan apa pula. Atau paling tak output-nya dinyatakan tak membuahkan duit," katanya.

Bahkan, menurut ahli sosiologi pendidikan itu, pendidikan, sama halnya bersama kesehatan & agama yg pula dianggap pembangunan sosial, terkadang dianggap sbg budget yg habis terpakai tidak dengan membuahkan duit. Padahal, ujarnya, pembangunan pendidikan itu dapat membuahkan peningkatan mutu sumber daya manusia. Sumber daya manusia yg meningkat inilah yg nantinya di harapkan bakal jadi pendorong terjadinya peningkatan mutu jalinan sosial.

Ditanya berkenaan adakah business yg telah dilakukan utk memberikan pemahaman yg betul? Paulus mengemukakan bahwa Departemen Sosiologi UI telah lebih dari 10 thn terakhir sebenarnya telah memberikan pemahaman yg betul, lewat pembukaan acara manajemen pembangunan sosial. Bahkan, jelasnya, sebenarnya Menteri Negeri Pemuda & Olahraga Adyaksa Dault & Menteri Negeri Urusan Koperasi & Bisnis Mungil Menengah Suryadharma Ali ialah sebahagian mungil dari orang Indonesia yg sempat meraih pendidikan manajemen pembangunan sosial di pascasarjana UI.

Paulus amat risau bersama perjalanan bangsa yg mutu interaksi sosialnya kelihatannya cuma jalan di area. Menurut Paulus, tidak sedikit bibit kreatif sumber daya manusia yg sudah dimatikan oleh kebijakan nasional yg tak berpihak terhadap bisnis kreatif. Padahal, bisnis kreatif ini sanggup memberikan sumbangan yg teramat agung bagi kemajuan bangsa.
http://biografi5.blogspot.co.id/2015/04/biografi-profil-dan-tokoh-sosiologi.html  

Prof. Dr. Selo Soemardjan


Bergelar komplit Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Dr. Selo Soemardjan, terlahir di Yogyakarta, 23 Mei 1915 & wafat di Jakarta terhadap 11 Juni 2003 kepada usia 88 thn ini dikenal juga sebagai Bpk sosiologi Indonesia. Tidak Sedikit sekali buku acuan sosiologi & anthropologi Indonesia bersumber atau berpegangan kepada buku-buku ia. Nama Selo Soemardjan demikian kenthal dalam ingatan beberapa orang yg sempat menuntut ilmu ilmu sosial & kebudayaan di Indonesia.

Dirinya yaitu pendiri sekaligus Dekan mula-mula Fakultas Ilmu Wawasan Kemasyarakatan (sekarang FISIP-UI)

Dirinya dikenal teramat patuh aturan & senantiasa berikan teladan konkret. Dirinya orang yg tak menyukai memerintah, namun berikan teladan. Hidupnya lurus, bersih, & sederhana. Dia tokoh yg memerintah bersama teladan, layaknya disampaikan pembisnis berhasil Soedarpo Sastrosatomo. Menurut Soedarpo, integritas itu serta yg menciptakan mendiang Sultan Hamengku Buwono IX berpesan terhadap putranya, Sultan Hamengku Buwono X supaya senantiasa mendengarkan & meminta nasihat terhadap Selo jika berkaitan persoalan sosial kemasyarakatan. Dirinya orang yg tak sempat berakhir berpikir & bertindak.

Beliau dibesarkan di lingkungan abdi dalem Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Kakeknya, Kanjeng Raden Tumenggung Padmonegoro, ialah petinggi tinggi di kantor Kasultanan Yogyakarta. Berkat jasa sang kakek, Soemardjan- demikian nama aslinya-mendapat pendidikan Belanda.

Nama Selo ia peroleh sesudah jadi camat di Kab Kulonprogo. Ini memang lah trick kusus Sultan Yogyakarta membedakan nama petinggi cocok daerahnya masing-masing. Kala menjabat camat inilah dia merasa memulai kariernya sbg sosiolog. "Saya yakni camat yg mengalami penjajahan Belanda, masuknya Jepang, dilanjutkan bersama era revolusi. Masalahnya tidak sedikit sekali," katanya sebuah dikala sama seperti ditulis Kompas. Pengalamannya sbg camat menciptakan Selo jadi peneliti yg bisa menyodorkan alternatif pemecahan beraneka ragam persoalan sosial dengan cara jitu. Ini pun yg membedakan Selo bersama peneliti lain.

Juga Sebagai ilmuwan, karya Selo yg telah dipublikasikan ialah Social Changes in Yogyakarta (1962) & Kegiatan 10 Mei 1963 di Sukabumi (1963). Penelitian terakhir Selo berjudul Desentralisasi Pemerintahan. Terakhir dia menerima Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX dari Kampus Gadjah Mada (UGM) kepada puncak peringatan Dies Natalis Ke-52 UGM tanggal 19 Januari 2002 diwujudkan dalam wujud piagam, lencana, & banyaknya duit.
Di ambil dari:http://biografi5.blogspot.co.id/2015/04/biografi-profil-dan-tokoh-sosiologi.html

Friday, November 3, 2017

pembekalan psikoterapi oleh Arman Marwing,M.A.


SOSIOLOGI. Pada jum'at 03 November 2017 diselenggarakan pembekalan psikologi,pak Arman mengatakan bahwa dunia sosiologi adalah dunia yang fleksibel,dimanapun kalian berada selama ada masyarakat disitu pasti ada permasalahan.Ini adalah poin penting bagi pada para mahasiswa sosiologi yang masih galau akan jurusan yang mereka pilih saat ini.
pada saat ini sosiolog sangatlah dibutuhkan di dalam masyarakat khusunya sekarang,perubahan yang terjadi sangat pesat sehingga dibutuhkan orang-orang yang ahli di bidang sosial untuk menengahi semua permasalahan yang ada di dalam masyarakat. Lapangan pekerjaan di bidang sosial sangatlah banyak akan tetapi cuma kaum minoritas yang mau terjun ke dalam dunia sosiolog.



  Di bawah ini adalah video dokumentasi yang dapat kalian lihat 
https://www.facebook.com/sosiologiagama.iaintulungagung.1/videos/123897068377899/

Thursday, November 2, 2017

solidaritas lintas agama,galang dana untuk korban erupsi gunung Agung Bali


SOSIOLOGI. Dalam kegiatan awal kami mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama mengadakan galang dana untuk para korban bencana erupsi gunung Agung di Bali.Ini adalah kegiatan awal dari mahasiswa Sosiologi Agama sebagai wujud solidaritas antar umat beragama di Indonesia
.
 Dari dana ini akan kami sumbangkan melalui rekening bapak KAJUR  dan akan ditindaklanjuti melalui lembaga yang berwenang untuk disetorkan kepada korban yang masih membutuhkan bantuan.


Rasa empati itulah yang ingin kami curahkan pada acara penggalangan dana ini,karena kita sebagai masyarakat jawa khususnya haruslah mempunyai rasa empati yag tinggi kepada sesama walaupun mereka berbeda keyakinan batin dengan kita.

Wednesday, November 1, 2017

kritik Dan saran

kirim kritik dan saran kalian ke:
Alamat: Jl. Mayor Sujadi Tim. No.46, Plosokandang, Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66221
1.sosiologiagamaiaintulungagung@gmail.com
2.facebook kami klik di sini
Muhammad Amirul Fikri 085749691524

Visi,Misi dan Tujuan

VISI
    Terwujudnya program studi yang menghasilkan sarjana Sosiologi Agam yang kritis,pluralis dan transformatif,serta memiliki keunggulan dalam kajian sosio-kultural Jawa.
MISI
1.Menyelenggarakan program pendidikan jenjang sarjana dalam bidang sosiologi agama dengan muatan kurikulum yang aktual demi tercapainya keunggulan dalam kajian sosio-kultural Islam Jawa.
2.menyelenggarakan penelitian untuk memperkokoh keilmuan sosiologi nagama dan meningkatkan kompetensi mahasiswa dengan penekanan Studi Sosiologi Agama dan kajian sosio-kultural Islam Jawa.
3.Menyelengggarkan pengabdian masyarakat untuk memperkokoh landasan pengembangan keilmuan dan penegasan identitas Islam Jawa demi transformasi masyarakat.
4.Membangun kerjasama dengan lembaga lain demi pengembangan keilmuan dalam bidang sosiologi  agama yang memiliki keunggulan dalam kajian sosio-kultural Islam Jawa.
TUJUAN
1.Terselenggaranya program pendidikan jenjang sarjana dalam bidang Sosiologi Agam dengan muatan kurikulum aktual yang menunjang visi program studi Sosiologi Agama.
2.Terbentuknya mahasiswa menjadi peneliti yang kritis,pluralis dan transformatif.
3.Terbentuknya landasan pengembangan keilmuanyang kokoh untuk transformasi sosial budaya dan sebagai agen perubahan sosial kemasyarakatan.
4.Terbangunya kerjasama dengan lembaga-lembaga lain dalam rangka terwujudnya visi Program Studi Sosiologi Agama.