event

MUSYAWARAH TAHUNAN JURUSAN SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG ANGKATAN 2018

MALIKA FC

TIM UTAMA FUTSAL SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG "MALIKA FC"

event

pacitan

SAVE PACITAN

kegiatan bakti sosial bersama LTNU di Pacitan, dengan agenda trauma hearing

Sosiologi Agama adalah salah satu program studi di lingkungan IAIN Tulungagung.yang bernaung di bawah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). SALAM SATU WARNA

Showing posts with label inspirator. Show all posts
Showing posts with label inspirator. Show all posts

Saturday, December 8, 2018

Alhamdulillah Prestasi luar biasa ditorehkan oleh mahasiswa IAIN Tulungagung dalam Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI, atas nama :
1. Nur Fitriyani dari Perbankan Syariah FEBI sebagai juara 3 kategori artikel individu.
2. Muhammad Afif dari Sosiologi Agama (I B) FUAD juara harapan 3 kategori essay individu.

Wednesday, November 8, 2017

Soerjono Soekanto



Siapakah Soerjono Soekanto? Soerjono Soekanto adalah Lektor Kepala Sosiologi dan Hukum Adat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Soerjono Soekanto Pernah menjadi Kepala Bagian Kurikulum Lembaga Pertahanan Nasional (1965-1969).



Soerjono Soekanto adalah anak tunggal dari Prof.Dr. Soekanto, S.H. dan Sri Suliyah, ia dilahirkan dari ''Keluarga Seniman'' (Lahir pada tanggal 30 Januari 1942) dan dibesarkan di Jakarta. Ayahnya merupakan guru besar sejarah dan hukum adat FS UI dan Ibunya yang gemar sekali bermain piano.
http://technoinfozul.blogspot.com/2017/01/profil-soerjono-soekanto.html
Pendidikan Soerjono Soekanto
  1. SD, Jakarta (1954)
  2. SMP, Jakarta (1957)
  3. SMA, Jakarta (1960)
  4. Fakultas Hukum UI, Jakarta (Sarjana, 1965)
  5. Universitas California, Berkeley, AS (M.A., 1970)
  6. Fakultas Hukum UI, Jakarta (Doktor, 1977)
Soerjono Soekanto juga pernah menjadi Pembantu Dekan Bidang Administrasi pendidikan Fakultas ilmu-ilmu sosial, Universitas Indonesia (1970-1973), dan kini menjadi pembantu Dekan bidang Penelitian dan Pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (sejak tahun 1978) yang bersangkutan tercatat sebagai Southeast Asian Specialist pada Ohio University dan menjadi Founding Member dari World Association of Lawyers.

Ia mendapat gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Universitas Indonesia (1965), sertifikat metode penelitian ilmu-ilmu sosial dari Universitas Indonesia (1969), Master of Arts dari University of California, Betkeley (1970), Sertifikat dari Academy of American and International Law, Dallas (1972) dan gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia (1977). Diangkat sebagai Guru besar sosiologi hukum Universitas Indonesia (1983).

Karir Soerjono Soekanto
  1. Asisten Dosen Fakultas Hukum UI (1961-1965)
  2. Asisten Ahli (1965-1966)
  3. Lektor Muda (1966-1970)
  4. Lektor Madya (1970-1973)
  5. Lektor, kemudian Lektor Kepala (1973-1979)
  6. Pembantu Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Fakultas Hukum UI (1982-1983)
  7. Guru Besar Sosiologi Hukum, Fakultas Hukum UI (1983-sekarang)
Karya-Karya Soerjono Soekanto
  • Perundang-undangan dan Yurisprudensi (2008), diterbitkan oleh PT Citra Aditya Bakti.
  • Hukum Adat Indonesia, Soerjono Soekanto (2008), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (2008), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Sosiologi Suatu Pengantar (2006), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Pokok-Pokok Sosiologi Hukum (2006), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat (2006), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (2008), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Mengenal 7 Tokoh Sosiologi (2002), diterbitkan oleh Rajawali Pers. 

Ibnu Kholdun : Bapak Sosiologi Islam Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M – Kairo 25 Ramadan 808 H./19 Maret 1406 M


Lelaki yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M. adalah dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini. Sebagai ahli politik Islam, ia pun dikenal sebagai bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana. Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.
Karya-karya lain Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).
DR. Bryan S. Turner, guru besar sosiologi di Universitas of Aberdeen, Scotland dalam artikelnya “The Islamic Review & Arabic Affairs” di tahun 1970-an mengomentari tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Ia menyatakan, “Tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi dalam bahasa Inggris (yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris).” Salah satu tulisan yang sangat menonjol dan populer adalah muqaddimah (pendahuluan) yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial dan masih terus dikaji hingga saat ini.
Bahkan buku ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Di sini Ibnu Khaldun menganalisis apa yang disebut dengan ‘gejala-gejala sosial’ dengan metoda-metodanya yang masuk akal yang dapat kita lihat bahwa ia menguasai dan memahami akan gejala-gejala sosial tersebut. Pada bab ke dua dan ke tiga, ia berbicara tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat moderen dan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik di masyarakat.
Bab ke dua dan ke empat berbicara tentang gejala-gejala yang berkaitan dengan cara berkumpulnya manusia serta menerangkan pengaruh faktor-faktor dan lingkungan geografis terhadap gejala-gejala ini. Bab ke empat dan kelima, menerangkan tentang ekonomi dalam individu, bermasyarakat maupun negara. Sedangkan bab ke enam berbicara tentang paedagogik, ilmu dan pengetahuan serta alat-alatnya. Sungguh mengagumkan sekali sebuah karya di abad ke-14 dengan lengkap menerangkan hal ihwal sosiologi, sejarah, ekonomi, ilmu dan pengetahuan. Ia telah menjelaskan terbentuk dan lenyapnya negara-negara dengan teori sejarah.
Ibnu Khaldun sangat meyakini sekali, bahwa pada dasarnya negera-negara berdiri bergantung pada generasi pertama (pendiri negara) yang memiliki tekad dan kekuatan untuk mendirikan negara. Lalu, disusul oleh generasi ke dua yang menikmati kestabilan dan kemakmuran yang ditinggalkan generasi pertama. Kemudian, akan datang generasi ke tiga yang tumbuh menuju ketenangan, kesenangan, dan terbujuk oleh materi sehingga sedikit demi sedikit bangunan-bangunan spiritual melemah dan negara itu pun hancur, baik akibat kelemahan internal maupun karena serangan musuh-musuh yang kuat dari luar yang selalu mengawasi kelemahannya.
Karena pemikiran-pemikirannya yang briliyan Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Dasar pendidikan Alquran yang diterapkan oleh ayahnya menjadikan Ibnu Khaldun mengerti tentang Islam, dan giat mencari ilmu selain ilmu-ilmu keislaman. Sebagai Muslim dan hafidz Alquran, ia menjunjung tinggi akan kehebatan Alquran. Sebagaimana dikatakan olehnya, “Ketahuilah bahwa pendidikan Alquran termasuk syiar agama yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia Islam. Oleh kerena itu pendidikan Alquran dapat meresap ke dalam hati dan memperkuat iman. Dan pengajaran Alquran pun patut diutamakan sebelum mengembangkan ilmu-ilmu yang lain.”
Sumber:http://datatokoh-tokoh.blogspot.co.id/2013/04/tokoh-tokoh-sosiolog-dunia.html

Georg Simmel

 
Jerman (1858-1919)
Georg Simmel (1858-1919) sangat terkenal karena karyanya yang spesifik tentang tindakan dan interaksi individual, seperti bentuk-bentuk interaksi, tipe-tipe orang berinteraksi, kemiskinan, pelacuran, dan masalah-masalah berskala kecil lainnya. Karya-karya Simmel ini nantinya menjadi rujukan tokoh-tokoh sosiologi di Amerika.
Karya yang terkenal dari Simmel adalah tentang Filsafat Uang. Simmel sebagai sosiolog cenderung bersikap menentang terhadap modernisasi dan sering disebut bervisi pesimistik. Pandangannya sering disebut Pesimisme Budaya. Menurut Simmel, modernisasi telah menciptakan manusia tanpa kualitas karena manusia terjebak dalam rasionalitasnya sendiri. Sebagai contoh, begitu teknologi industri sudah mulai canggih, maka keterampilan dan kemampuan tenaga kerja secara individual makin kurang penting. Bisa jadi semakin modern teknologi, maka kemampuan tenaga individu makin merosot bahkan cenderung malas.
Di sisi lain, gejala monetisasi di berbagai faktor kehidupan telah membelenggu masyarakat terutama dalam hal pembekuan kreativitas orang, bahkan mampu mengubah kesadaran. Mengapa? Uang secara ideal memang alat pembayaraan, tetapi karena kekuatannya, uang menjadi sarana pembebasan manusia atas manusia. Artinya uang sudah tidak dipahami sebagai fungsi alat, tetapi sebagai tujuan. Kekuatan kuantitatifnya telah mampu mengukur berbagai jarak sosial yang membentang antar individu, seperti cinta, tanggung jawab, dan bahkan mampu membebaskan atas kewajiban dan hukuman sosial. Barang siapa memiliki uang dialah yang memiliki kekuatan.
 
Sumber:http://datatokoh-tokoh.blogspot.co.id/2013/04/tokoh-tokoh-sosiolog-dunia.html

Max Weber Sosiologi Weber

 
Jerman (1864-1920)
Max Weber (1864-1920) tidak sependapat dengan Marx yang menyatakan bahwa ekonomi merupakan kekuatan pokok perubahan sosial. Melalui karyanya, Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme, Weber menyatakan bahwa kebangkitan pandangan religius tertentu– dalam hal ini Protestanisme– yang membawa masyarakat pada perkembangan kapitalisme. Kaum Protestan dengan tradisi Kalvinis menyimpulkan bahwa kesuksesan finansial merupakan tanda utama bahwa Tuhan berada di pihak mereka. Untuk mendapatkan tanda ini, mereka menjalani kehidupan yang hemat, menabung, dan menginvestasikan surplusnya agar mendapat modal lebih banyak lagi.
Pandangan lain yang disampaikan Weber adalah tentang bagaimana perilaku individu dapat mempengaruhi masyarakat secara luas. Inilah yang disebut sebagai memahami Tindakan Sosial. Menurut Weber, tindakan sosial dapat dipahami dengan memahami niat, ide, nilai, dan kepercayaan sebagai motivasi sosial. Pendekatan ini disebut verstehen(pemahaman).
Weber juga mengkaji tentang rasionalisasi. Menurut Weber, peradaban Barat adalah semangat Barat yang rasional dalam sikap hidup. Rasional menjelma menjadi operasional (berpikir sistemik langkah demi langkah). Rasionalisasi adalah proses yang menjadikan setiap bagian kecil masyarakat terorganisir, profesional, dan birokratif. Meski akhirnya Weber prihatin betapa intervensi negara terhadap kehidupan warga kian hari kian besar.
Dalam karyanya yang terkenal lainnya, Politik sebagai Panggilan, Weber mendefinisikan negara sebagai sebuah lembaga yang memiliki monopoli dalam penggunaan kekuatan fisik secara sah, sebuah definisi yang menjadi penting dalam studi tentang ilmu politik.

Herbert Spencer (Sosiologi Evolusioner)

Inggris (1820-1903)
Herbert Spencer (1820-1903) menganjurkan Teori Evolusi untuk menjelaskan perkembangan sosial. Logika argumen ini adalah bahwa masyarakat berevolusi dari bentuk yang lebih rendah (barbar) ke bentuk yang lebih tinggi (beradab). Ia berpendapat bahwa institusi sosial sebagaimana tumbuhan dan binatang, mampu beradaptasi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan berlalunya generasi, anggota masyarakat yang mampu dan cerdas dapat bertahan. Dengan kata lain “Yang layak akan bertahan hidup, sedangkan yang tak layak akhirnya punah”. Konsep ini diistilahkan survival of the fittest. Ungkapan ini sering dikaitkan dengan model evolusi dari rekan sejamannya yaitu Charles Darwin. Oleh karena itu teori tentang evolusi masyarakat ini juga sering dikenal dengan nama Darwinisme Sosial.
Melalui teori evolusi dan pandangan liberalnya itu, Spencer sangat poluler di kalangan para penguasa yang menentang reformasi. Spencer setuju terhadap doktrin laissez-faire dengan mengatakan bahwa negara tak harus mencampuri persoalan individual kecuali fungsi pasif melindungi rakyat. Ia ingin kehidupan sosial berkembang bebas tanpa kontrol eksternal. Spencer menganggap bahwa masyarakat itu alamiah, dan ketidakadilan serta kemiskinan itu juga alamiah, karena itu kesejahteraan sosial dianggap percuma. Meski pandangan itu banyak ditentang, namun Darwinisme Sosial sampai sekarang masih terus hidup dalam tulisan-tulisan populer.
 
sumber:http://datatokoh-tokoh.blogspot.co.id/2013/04/tokoh-tokoh-sosiolog-dunia.html

pemikiran Karl Marx Tentang Sosiologi

Jerman (1818-1883)
Karl Marx (1818-1883) melalui pendekatan materialisme historis percaya bahwa penggerak sejarah manusia adalah konflik kelas. Marx memandang bahwa kekayaan dan kekuasaan itu tidak terdistribusi secara merata dalam masyarakat. Oleh karena itu kaum penguasa yang memiliki alat produksi (kaum borjuis/kapitalis) senantiasa terlibat konflik dengan kaum buruh yang dieksploitasi (kaum proletar).
Sosiologi Marxis tentang kapitalisme menyatakan bahwa produksi komoditas mau tak mau membawa sistem sosial yang secara keseluruhan merefleksikan pengejaran keuntungan ini. Nilai-nilai produksi merasuk ke semua bidang kehidupan. Segala sesuatunya, penginapan, penyedia informasi, rumah sakit, bahkan sekolah kini menjadi bisnis yang menguntungkan. Tingkat keuntungannya menentukan berapa banyak staf dan tingkat layanan yang diberikan. Inilah yang dimaksud Marx bahwa infrastruktur ekonomi menentukan suprastruktur (kebudayaan, politik, hukum, dan ideologi).
Pendekatan Sosiologi Marxis menyimpulkan mengenai ide pembaruan sosial yang telah terbukti sebagai ide yang hebat pada abad XX, sebagai berikut (Osborne, 1996: 50): semua masyarakat dibangun atas dasar konflik, penggerak dasar semua perubahan sosial adalah ekonomi, masyarakat harus dilihat sebagai totalitas yang di dalamnya ekonomi adalah faktor dominan, perubahan dan perkembangan sejarah tidaklah acak, tetapi dapat dilihat dari hubungan manusia dengan organisasi ekonomi, individu dibentuk oleh masyarakat, tetapi dapat mengubah masyarakat melalui tindakan rasional yang didasarkan atas premis-premis ilmiah (materialisme historis), bekerja dalam masyarakat kapitalis mengakibatkan keterasingan (alienasi), dan dengan berdiri di luar masyarakat, melalui kritik, manusia dapat memahami dan mengubah posisi sejarah mereka.


sumber:http://datatokoh-tokoh.blogspot.co.id/2013/04/tokoh-tokoh-sosiolog-dunia.ht

pemikiran Emile Durkheim ( Sosiologi Struktural)


Untuk menjelaskan tentang masyarakat, Durkheim (1859-1917) berbicara mengenai kesadaran kolektif sebagai kekuatan moral yang mengikat individu pada suatu masyarakat. Melalui karyanya The Division of Labor in Society (1893). Durkheim mengambil pendekatan kolektivis (solidaritas) terhadap pemahaman yang membuat masyarakat bisa dikatakan primitif atau modern. Solidaritas itu berbentuk nilai-nilai, adat-istiadat, dan kepercayaan yang dianut bersama dalam ikatan kolektif. Masyarakat primitif/sederhana dipersatukan oleh ikatan moral yang kuat, memiliki hubungan yang jalin-menjalin sehingga dikatakan memiliki Solidaritas Mekanik.Sedangkan pada masyarakat yang kompleks/modern, kekuatan kesadaran kolektif itu telah menurun karena terikat oleh pembagian kerja yang ruwet dan saling menggantung atau disebut memiliki Solidaritas Organik .
Selanjutnya dalam karyanya yang lain The Role of Sociological Method (1895), Durkheim membuktikan cara kerja yang disebut Fakta Sosial, yaitu fakta-fakta dari luar individu yang mengontrol individu untuk berpikir dan bertindak dan memiliki daya paksa. Ini berarti struktur-struktur tertentu dalam masyarakat sangatlah kuat, sehingga dapat mengontrol tindakan individu dan dapat dipelajari secara objektif, seperti halnya ilmu alam. Fakta sosial terbagi menjadi dua bagian, material (birokrasi dan hukum) dan nonmaterial (kultur dan lembaga sosial).
Dua tahun kemudian melalui Suicide (1897), Durkheim berusaha membuktikan bahwa ada pengaruh antara sebab-sebab sosial (fakta sosial) dengan pola-pola bunuh diri. Dalam karya itu disimpulkan ada 4 macam tipe bunuh diri, yakni bunuh diri egoistik (masalah pribadi), altruistik (untuk kelompok), anomik (ketiadaan kelompok/norma), dan fatalistik(akibat tekanan kelompok). Berdasarkan hal itu Durkheim berpendapat bahwa faktor derajat keterikatan manusia pada kelompoknya (integrasi sosial) sebagai faktor kunci untuk melakukan bunuh diri.


sumber:http://datatokoh-tokoh.blogspot.co.id/2013/04/tokoh-tokoh-sosiolog-dunia.html

Tri Rismaharini


Tri Rismaharini adalah perempuan kelahiran 20 Nopember 1961 di Kediri, jatim . Karirnya juga sebagai walikota Surabaya baru memasuki thn ke empat. Dirinya jadi perempuan mula-mula yg memimpin kota ini kepada masa 2010-2015. Anak wanita dari pasangan Meter Chuzuzaini & Siti Muajiatun ini telah hidup sederhana sejak mungil. Sang ayah adalah PNS di Kantor Pajak sedangkan sang Ibu yakni ibu rumah tangga yg mempunyai hati yg lembut & penuh kasih sayang.

Di Tengah kehidupan yg pas-pasan, sang ayah mencukupi kehidupan Tri Rismaharini & empat saudaranya yg lain dgn memasok bahan-bahan makanan seperti beras, gula, & bahan pokok yang lain. Keuletan & kegigihannya sang ayah jadi menginspirasi bagi Risma dalam menjalankan amanah yg diembangkan keoadanya.

Musim kecilnya dihabiskan di Kediri. Beliau bersekolah di SD Negara Kediri, dulu menambahkan di SMP Negara 10 Surabaya. Ketika musim kecilnya Dirinya menderita penyakit asma. Maka orang tuanya membatasinya utk main dgn teman-temannya. Untungnya Sang walikota tak menyerah dgn kondisi begitu. Dia dulu mengantisipasi dgn mengikuti olahraga lari yg menciptakan asmanya jadi hilang.

Tepatnya waktu Dirinya SMA, Risma serius menekuni cabang olahraga lari utk melawan penyakitnya. Alhasil, Risma remaja sukses jadi pelari andalan Surabaya. Bahkan nama Risma konsisten meroket & sukses menduduki peringkat ke-2 sesudah Heny Maspaitella, pelari nasional. Di sekolahnya SMAN 5 Surabaya, Dirinya dikasih dispensasi kusus buat masuk lebih siang pukul 10.00. Maklum, di pagi hri Risma dijadwalkan berlatih lari.

Beliau selanjutnya menyambung pendidikan S1 jurusan Arsitektur Institut Tehnologi Sepuluh Nopember Surabaya. Setamatnya dari sana, Dia dulu menambahkan ke S2 Managemen Pembangunan Kota dari Institut Tehnologi Sepuluh Nopember.

Sebelum jadi Walikota Surabaya, dirinya pernah terpilih yang merupakan Kepala Lembaga Kebersihan & Pertamanan (DKP) Surabaya. dibawah kepemimpinannya, jauh dari sorotan liputan sarana, wanita satu ini sudah sukses membangun kota Surabaya jadi luar biasa. Ia bahkan tidak jarang dinamakan sbg Joko Widodo ke-2.
Biografi Tri Rismaharini lengkap
 Tri Rismaharini

Sama halnya bersama Joko Widodo, tindakan blusukan Risma serta kerap menciptakan orang geleng-geleng kepala. Dirinya tidak jarang ke luar kepada jam 12 tengah malam, ikut menyapu jalan pula razia pelajar & kependudukan. Bahkan, terkadang Risma ikut mengatur jalanan diwaktu berlangsung kemacetan parah.

Akhirnya, Kota Pahlawan sukses mendapatkan kembali Piala Adipura 2011 utk tipe kota metropolitan, sesudah lima th berturut-turut tidak lagi meraihnya. Dulu Surabaya kembali berturut-turut memperoleh piala tersebut kepada 2012 & 2013 utk type kota metropolitan. Tidak Hanya itu, kota Surabaya sudah jadi kota paling baik se- Asia Pasifik atas seluruh partisipasinya terhadap thn 2012 version Citynet, atas kesuksesan pemerintah kota & dukungan penduduk dalam mengelola lingkungan. Kepada th 2013, kota Surabaya mendapati penghargaan tingkat Asia-Pasifik , Future Government Awards 2013 dalam dua bagian sekaligus merupakan data center pula inklusi digital, dirinya sanggup menyisihkan 800 kota yg ada di seluruhnya Asia- Pasifik. We Ow We kan teman prestasinya demikian mentereng.

tidak cuma itu, perempuan kelahiran 20 Nopember 1961 ini jadi salah satu nominasi wali kota paling baik didunia, 2012 World Mayor Prize, yg digelar oleh The City Mayors Foundation. Beliau terpilih dikarenakan segudang prestasi yg telah dia torehkan tatkala menjabat sbg Wali Kota Surabaya. Beliau dinilai sukses menata kota Surabaya jadi kota yg bersih & penuh taman.

Taman-taman kota yg di bangun oleh Risma antara lain taman Bungkul yg terletak di Jalan Raya Darmo. Taman tersebut mempunyai rencana all in one entertainment park, diluar itu terdapat sekian banyak taman lain seperti taman yg terletak di Bundaran Dolog, taman buah Undaan & taman di Bawean diluar itu, Risma pun sudah membangun jalur pedestrian bersama ide mutahir.

Walaupun bersama segudang prestasi yg diraihnya, tapi masih saja tidak sedikit pihak-ihak yg tak mengharapkan ia buat tetap memimpin. Sebahagian petinggi di DPRD sempat mengusahakan utk mendepak Risma dari jabatan Wali Kota Surabaya. Kepada tanggal 31 Januari 2011, Ketua DPRD Surabaya Whisnu Wardhana memanfaatkan hak angketnya utk menurunkan Risma dari posisinya sbg wali kota. Dirinya beralasan bahwa Risma sudah melanggar Peraturan Menteri Dalam negeri(Permendagri) No. 16/2006 menyangkut prosedur penyusunan hukum daerah & Undang-Undang No. 32 Th 2004 yg sudah diubah bersama Undang-Undang Nomer 12 Thn 2008.

Beliau dianggap melanggar dikarenakan dia tak melibatkan Unit Kerja Piranti Daerah (SKPD) dalam membahas ataupun menyusun Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) No. 56 th 2010 yg mengatur berkaitan perhitungan nilai sewa reklame & Perwali No. 57 berkaitan perhitungan nilai sewa reklame terbatas di kawasan kusus kota Surabaya yg menaikkan pajak reklame jadi 25%.

Enam dari dari tujuh fraksi politik yg ada di dewan, termasuk juga PDIP yg mengusungnya, mensupport ketetapan ini. Cuma fraksi PKS yg menolak bersama argumen belum pass bukti & data. Menteri Dalam Negara Gamawan Fauzi menilai argumen pemakzulan Risma terlampaui mengada-ada. Beliau juga menegaskan bahwa Risma konsisten menjabat yang merupakan Wali Kota Surabaya.

Beredar berita bahwa ketetapan memberhentikan Risma karena sebanyak kalangan DPRD Kotamadya Surabaya yg tak suka bakal ketetapan Risma menolak keras pembangunan tol tengah Kota Surabaya & lebih pilih menambahkan proyek frontage road & MERR-IIC (Middle East Ring Road) yg dapat menghubungkan lokasi industri Rungkut sampai ke Jembatan Suramadu via ruangan timur Surabaya. Berkat kecintaan warga Surabaya pada Risma, hasilnya Risma konsisten memimpin Surabaya sampai waktu ini.

Biografi Tri Rismaharini serta bakal sedikit mengulas berkenaan kehidupan keluarganya. Dirinya adalah Istri dari Ir. Djoko Saptoadji & dikaruniai dua anak yg bernama Fuad Bernardi & Tantri Gunarni Saptoadji. Perempuan yg satu ini tak cuma tangguh yang merupakan kepala pemerintahan saja. Ia serta yaitu Ibu & istri yg baik utk suami & ke-2 anaknya. Bagi Risma dukungan keluarga teramat lah utama untuknya dalam menjalankan roda pemerintahan.

Nah sahabat nyata-nyatanya di luar sana ada banyak pemimpin yg tetap mengutamakan kebutuhan rakyat diatas keperluan pribadi atau kelompoknya. Ya benar-benar tak semuanya, tapi sama seperti Risma, tentu ada sosok yg dapat anda yakin jadi pemimpin di negara ini. Baca pula Biografi Shahrukh Khan si aktor Bollywood yg tetep cakep meski udah sepuh. Terima kasih.
sumber:http://biografi5.blogspot.co.id/2015/04/biografi-tri-rismaharini-lengkap.html

Auguste Comte Dan Pemikirannya


Auguste Comte lahir di Montpellier, Perancis, terhadap 17 Januari 1798. Mempunyai nama ori Isidore Marie Auguste Comte, dia berasal dari keluarga bangsawan Katholik. Dia menempuh pendidikan di Ecole Polytechnique & membawa juusan kedokteran di Montpellier. COmte pun berpengalaman berikan les matematika & jadi murid sekaligus sekretaris Saint Simon.

Comte mempunyai kisah cinta platonik & tragis. Menikah bersama Caroline Massin, satu orang pekerja sex, dia bercerai kepada 1842. Dirinya menikah dgn Clotide de Vlaux tapi pernikahan tersebut tak berusia lama. Clotide de Vlaux wafat dunia dikarenakan sakit Tubercolosis.

Kehidupan pribadi Comte sbg pemikir agung dilingkupi kemiskinan. Dirinya dikenal yang merupakan sosok emosional dalam persahabatan. Comte serta kerap terlibat konflik dalam persoalan cinta. Percobaan bunuh diri juga sempat dilakukan oleh tokoh kunci sosiologi ini. Comte wafat dunia terhadap umur 59 th terhadap 5 September 1857.

Sewaktu karier intelektualnya Comte membuahkan tidak sedikit karyanya, antara lain Sistem of Positive politics, The Scientific Labors Necessary for Reorganization of Society (1882), The Positive Philosophy (6 jilid 1830-1840), Subjective Synthesis (1820-1903).

Pemikiran Auguste Comte, selaku orang yg mengawali kajian sosiologi & seterusnya dinamakan yang merupakan Bpk sosiologi ini, dipengaruhi oleh revolusi Perancis. Revolusi Perancis menjadikan penduduk terbelah jadi dua. Mula-mula warga yg optimis, positif yg memandang hari esok tambah baik bersama ilmu wawasan, tehnologi & demokrasi. Ke-2 warga pesimis & negatif memandang hari esok & perubahan yg dinilai memunculkan anarkisme, konflik sosial & sikap individualistic.

Pemikiran Comte yg ternama salah satunya ialah penjabaran peristiwa perkembangan sosial atau peradaban manusia. Teori Comte tersebut membagi fase perkembangan peradaban jadi tiga step. Step mula-mula merupakan step teologis, sebelum 1300. Terhadap fase ini manusia belum jadi subyek bagi beliau & amat tergantung kepada dunia luar. Misalnya, kesuburan & panen padi satu orang petani tergantung kemurahannya Dewi Sri kepada konteks mitologi Indonesia.

Step ke-2, yaitu step metafisika. Terhadap step ini manusia atau warga mulai sejak memakai nalarnya. Keterbatasan nalar manusia terhadap fase ini merupakan kentalnya kecenderungan spekulasi yg belum lewat analisis empirik. Misalnya, nalar warga mengalami yg menilai kesusahansebagai takdir semata.

Step ke-3, step positifistik. Ini yakni step canggih, dimana manusia atau penduduk memanfaatkan nalarnya; jadi subyek & memandang yg lain juga sebagai obyek. Kepada step ini seluruhnya gejala alam atau fenomena yg berlangsung sanggup dijelaskan dengan cara ilmiah berdasarkan peninjauan, pengujian & sanggup dibuktikan dengan cara empiris.

Comte membagi masalah sosiologi jadi dua, adalah ranah sosial yg statis (social static) & ranah sosial yg dinamis (social dynamic). Ranah Sosial statis menuntut ilmu pertalian timbal balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan yg senantiasa membutuhkan satu buah tatanan & kesepakatanbersama. Ranah dinamis menunjukkan watak ilmu wawasan yg menuntut ilmu berkaitan perkembangan warga, meneropong bagaimanakah lembaga-lembaga tersebut berkembang & mengalami perkembangan sepanjang massa.
http://biografi5.blogspot.co.id/2015/04/biografi-profil-dan-tokoh-sosiologi.html

Mochtar Naim



Lahir di Nagari Sungai Penuh, Kerinci, Jambi, 25 Desember 1932; yakni antropolog & sosiolog Indonesia. Tidak Hanya sbg sosiolog terkenal, Mochtar Naim tampil kemuka yang merupakan ahli Minangkabau. Dalam sekian banyak seminar & tulisan-tulisannya, Mochtar kerap membagi budaya Nusantara pada dua gagasan aliran. Polarisasi budaya yg digambarkan Mochtar ialah ide budaya yg bercirikan sentrifugal yg diwakili oleh budaya m(Minangkabau), berlawanan bersama gagasan budaya sentripetal-sinkretis yg diwakili oleh budaya J (Jawa).
Beliau menamatkan studi sarjananya ke tiga kampus sekaligus, Kampus Gadjah Mada, PTAIN, & Kampus Islam Indonesia, yg kesemuanya di Yogyakarta. Selanjutnya studi masternya dilanjutkan di Kampus McGill, Montreal. Melengkapi jenjang pendidikannya, Mochtar membawa gelar PhD-nya di University of Singapore.
Mochtar tertulis sbg pendiri Fakultas Sastra Kampus Andalas, 1980, & sejak itu dia jadi dosen sosiologi kampus yg sama. Sebelum itu dia sempat duduk yang merupakan Direktur Pusat Latihan Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Kampus Hasanuddin di Makassar, & Direktur Center for Minangkabau Studies, Padang.
http://biografi5.blogspot.co.id/2015/04/biografi-profil-dan-tokoh-sosiologi.html
 

Prof. Dr. Ir, Sajogyo



(lahir di Karanganyar, 21 Mei 1926 – wafat di Bogor, 17 Maret 2012 kepada usia 85 th) yaitu satu orang pakar ilmu sosiologi & ekonomi yg serta tidak jarang dikenal yang merupakan "Bapak Sosiologi Pedesaan" di Indonesia.

Beliau turut meletakkan dasar-dasar studi sosial-ekonomi pedesaan di Indonesia. Prof. Dr. Ir. Sajogyo tumbuh, meniti & jadi pemimpin studi agraria Indonesia, dimulai dari universitas IPB, sampai jadi Rektor IPB terhadap thn 1964. Dibesarkan dalam kebiasaan ilmu sosial yg dikembangkan dari pertanian, Prof. Dr. Ir. Sajogyo menyoal ekologi, pangan, gizi, tanah, agraria, yg kesemuanya berada dalam konteks agri-culture (pembudidayaan), pula kawan kerja antara natura & humana. Dia menghabiskan musim kanak-kanak sampai remajanya di sekian banyak kota : Karanganyar, Bandung, Cepu, Barabai, Kediri, Banjarnegara, Purwakarta, Solo, & Yogyakarta, mengikuti ayahnya bertugas yang merupakan seseorang guru. Dia mulai sejak mengenal & bekerja buat pedesaan sejak th 1949 waktu menuntut ilmu di Fakultas Pertanian UI di Bogor, atau sekarang dikenal dgn Institut Pertanian Bogor (IPB).
Cowok yg pernah identik bersama jenggot putih ini melahirkan 'garis kemiskinan Sajogyo'. Tuturnya, grup miskin merupakan rumah tangga yg konsumsi pangan kurang dari nilai ganti 240 kg beras setahun per kepala di pedesaan atau 369 kg di perkotaan. Dari sini diperoleh angka kecukupan pangan 2.172 kg orang per hri. Maka utk angka dibawah itu termasuk juga jenis miskin.
Terhadap 2011 Sajogyo mendapati Habibie Award 2011 utk tipe ilmu sosial. Sajogyo mengabdikan ia utk ilmu wawasan. Factor itu tercermin dikala dia mendirikan Sajogyo Institute yg ialah tubuh pelaksana Yayasan Sajogyo Inti Mutlak yg didirikan terhadap thn 2005 dulu. Sajogyo membangun institut ini dgn para kawan kerja, sohib, murid & anak-anak belia yg terinspirasi oleh kepedulian, pemikiran & konsistensi perjuangan yg panjang dalam mendalami dinamika warga petani & penghidupan di pedesaan.
Angan-angan menuju penduduk yg cerdas & merdeka terlampaui sempit diwadahi dalam satu kelembagaan, diterobos dari satu segi, & dilakukan oleh aktor-aktor yg terpisah. Angan-angan itu yaitu harapan gede kita seluruhnya, membangun Keindonesiaan yg cerdas & merdeka : “...Slamatkan tanahnya, slamatkan puteranya, pulaunya, lautnya semuanya. Indonesia Raya, merdeka merdeka, hiduplah Indonesia Raya..!”
http://biografi5.blogspot.co.id/2015/04/biografi-profil-dan-tokoh-sosiologi.html
 

Arief Budiman


Tidak Sedikit yg tak tahu bahwa Arief Budiman merupakan kakak kandung dari Soe Hok Gie yg wafat dunia yang merupakan tokoh pergerakan mahasiswa.

Lahir di Jakarta, 3 Januari 1941, dilahirkan dgn nama Soe Hok Djin, yaitu satu orang aktivis demonstran Angkatan '66 dengan bersama adiknya, Soe Hok Gie. Terhadap dikala itu beliau tetap jadi mahasiswa Fakultas Psikologi Kampus Indonesia di Jakarta. Ayahnya seseorang jurnalis yg bernama Soe Lie Piet.
Sejak periode mahasiswanya, Arief telah aktif dalam kancah politik Indonesia, dikarenakan dirinya ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan kepada th 1963 yg menentang kegiatan LEKRA yg dianggap memasung kreativitas kaum seniman.

Kendati ikut melahirkan Orde Baru, Arief bersikap amat kritis kepada politik pemerintahan di bawah Soeharto yg memberangus oposisi & seterusnya diperparah bersama praktik-praktik korupsinya. Kepada pemilu 1973, Arief & kawan-kawannya mencetuskan apa yg dinamakan Golput atau Golongan Putih, yang merupakan tandingan Golkar yg dianggap membelokkan harapan awal Orde Baru buat membuat pemerintahan yg demokratis.

Belakangan Arief "mengasingkan diri" di Harvard & membawa gelar Ph.D. dalam ilmu sosiologi pula posting disertasi berkenaan kesuksesan pemerintahan sosialis Salvador Allende di Chili.

Kembali dari Harvard, Arief mengajar di UKSW (Kampus Kristen Satya Wacana) di Salatiga. Kala UKSW dilanda kemelut yg berkepanjangan lantaran pemilihan rektor yg dianggap tak adil, Arief laksanakan berakhir mengajar, dipecat & hasilnya hengkang ke Australia juga menerima penawaran jadi profesor di Kampus Melbourne.

Terhadap bln Agustus 2006, dirinya menerima penghargaan Bakrie Award, program tahunan yg disponsori oleh keluarga Bakrie & Freedom Institute buat bagian penelitian sosial.

Pasca kerusuhan Mei 1998, dgn istri Leila Ch. Budiman bermukim & mengajar di Kampus Melbourne, Australia.

http://biografi5.blogspot.co.id/2015/04/biografi-profil-dan-tokoh-sosiologi.html

Prof Dr Paulus Wirutomo sang Sosiolog Pendidikan




Prof Dr Paulus Wirutomo sosiolog & guru agung FISIP Kampus Indonesia. Cowok kelahiran Solo, 29 Mei 1949, ini menamatkan sarjana sosiologi dari Kampus Indonesia, 1976. Memperoleh S2 bagian Perencanaan Sosial dari University College of Swansea Wales, Inggris, 1978 & S3 bagian Sosiologi Pendidikan dari State University of New York at Albany, USA, 1986.

Ia menjabat Ketua Departemen Sosiologi FISIP UI, 2005-2009 & Ketua Acara Magister Manajemen Pembangunan Sosial Pascasarjana UI, 1997-sekarang.

Jelasnya, pembangunan sosial waktu ini tetap disalahpahami. Bagi pemerintah, pembangunan sosial cuma dianggap yang merupakan bagian pembangunan saja. Meski faktor ini tak sepenuhnya salah, tapi pula tak sanggup dibenarkan.

Pasalnya, kata Paulus, pengertian pembangunan sosial yg benar itu lebih dari sekadar pembangunan bidang. Dalam pembangunan sosial, mesti termuat peningkatan hubungan & jalinan sosial dalam warga. Tidak Dengan berjalan mutu interaksi sosial dari langkah pembangunan sosial yg diambil, susah menyampaikan adanya pembangunan sosial.

Tuturnya, bukan cuma pemerintah, tapi sebahagian agung kita tetap mendalami pembangunan sosial itu sekadar charity yg tak membuahkan duit. "Mengikuti logika pembangunan sosial yang merupakan bidang, sehingga pembangunan sosial ini membutuhkan masukan berupa penyediaan budget, butuh pembiayaan. & mengikuti pemahaman pembangunan sosial juga sebagai charity, sehingga pembangunan sosial itu dianggap juga sebagai suatu langkah yg tak membuahkan apa pula. Atau paling tak output-nya dinyatakan tak membuahkan duit," katanya.

Bahkan, menurut ahli sosiologi pendidikan itu, pendidikan, sama halnya bersama kesehatan & agama yg pula dianggap pembangunan sosial, terkadang dianggap sbg budget yg habis terpakai tidak dengan membuahkan duit. Padahal, ujarnya, pembangunan pendidikan itu dapat membuahkan peningkatan mutu sumber daya manusia. Sumber daya manusia yg meningkat inilah yg nantinya di harapkan bakal jadi pendorong terjadinya peningkatan mutu jalinan sosial.

Ditanya berkenaan adakah business yg telah dilakukan utk memberikan pemahaman yg betul? Paulus mengemukakan bahwa Departemen Sosiologi UI telah lebih dari 10 thn terakhir sebenarnya telah memberikan pemahaman yg betul, lewat pembukaan acara manajemen pembangunan sosial. Bahkan, jelasnya, sebenarnya Menteri Negeri Pemuda & Olahraga Adyaksa Dault & Menteri Negeri Urusan Koperasi & Bisnis Mungil Menengah Suryadharma Ali ialah sebahagian mungil dari orang Indonesia yg sempat meraih pendidikan manajemen pembangunan sosial di pascasarjana UI.

Paulus amat risau bersama perjalanan bangsa yg mutu interaksi sosialnya kelihatannya cuma jalan di area. Menurut Paulus, tidak sedikit bibit kreatif sumber daya manusia yg sudah dimatikan oleh kebijakan nasional yg tak berpihak terhadap bisnis kreatif. Padahal, bisnis kreatif ini sanggup memberikan sumbangan yg teramat agung bagi kemajuan bangsa.
http://biografi5.blogspot.co.id/2015/04/biografi-profil-dan-tokoh-sosiologi.html