event

MUSYAWARAH TAHUNAN JURUSAN SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG ANGKATAN 2018

MALIKA FC

TIM UTAMA FUTSAL SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG "MALIKA FC"

event

pacitan

SAVE PACITAN

kegiatan bakti sosial bersama LTNU di Pacitan, dengan agenda trauma hearing

Sosiologi Agama adalah salah satu program studi di lingkungan IAIN Tulungagung.yang bernaung di bawah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). SALAM SATU WARNA

Sunday, March 1, 2020

Formad 2: Menyelisik Fungsionalis Struktural
Jumat, 28 Februari 2020, pukul 07.30 – 09.00 WIB Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama melaksanakan kegiatan Forum Mahasiswa FUAD (FORMAD) di Balkon Gedung Arief Mustaqiem lantai tiga. FORMAD kali ini membahas tentang “Fungsionalisme Struktural” yang dipantik oleh Natasya Pazha Denanda dan dimoderatori oleh Muhammad Yahya.


Natasya menjelaskan bahwa Teori Fungsionalisme Struktural dicetuskan oleh tokoh Sosiologi yang bernama Emile Durkheim. Emile Durkheim ini menganalogikan fungsionalisme struktural sebagai satu kesatuan organisme.
Ada dua tokoh sosiologi yang terpengaruh oleh Teori Fungsionalisme Durkheim, yaitu:


  1. Talcott Parsons

Talcott Parsons adalah seorang sosiolog yang lahir pada 13 Desember 1902 di Colorado, Amerika. Ia meninggal pada 8 Mei 1979 di Munich, Jerman. Talcott berasal dari keluarga yang memiliki intelektual tinggi dan ayahnya seorang pendeta gereja, seorang profesor, dan presiden dari sebuah kampus kecil.
Sebagai seorang sosiolog kontemporer dari Amerika Talcott menggunakan pendekatan fungsional. Pendekatannya juga dipengaruhi oleh pemikiran August Comte, Emile Durkheim, Vilfredo Pareto dan Max Weber. Hal tersebut menyebabkan Teori Fungsionalisme Talcott Parsons bersifat kompleks.
Prinsip-prinsip pemikiran Talcott Parsons, yaitu tindakan individu manusia yang diarahkan pada tujuan. Menurut Talcott Parsons tindakan sosial adalah suatu tindakan individu yang berinteraksi dengan individu lain yang mempengaruhi individu tersebut. Ada beberapa tindakan imperatif fungsional diantaranya, yaitu tindakan rasional instrumental, nilai, afektif dan tradisional.
Pemikiran Talcott Parsons tentang Teori Agil ada empat:

  •  (Adaptasi) yaitu sebuah sistem harus menanggulangi situasi eksternal yang gawat, sistem harus menyesuaikan dengan lingkungannya.G
  • Goalattainment (pencapaian tujuan) yaitu sebuah sistem harus mendefinisikan dan mencapai tujuan utamanya.
  • Integration (integrasi atau pembauran) yaitu sebuah sistem harus bisa mengatur komponen-komponennya.L(
  • Latencypemeliharaan pola) yaitusistem harus melengkapi, memelihara dan memperbaiki, baik motivasi individual maupun pola-pola kultural.
2. Robert King Merton

Robert King Merton adalah seorang sosiolog yang lahir pada 4 Juli 1910 di pemukiman kumuh di Philadelphia, Amerika. Ia meninggal pada 23 Februari 2003 di New York, Amerika. Merton mengembangkan konsep keseimbangan bersih. Ia juga mengkritik tiga postulan (asumsi yang jadi pangkal dalil yang dianggap benar tanpa perlu membuktikannya), yaitu:

  • Postulat ksatuan fungsional masyarakat (semua keyakinan dan praktik-praktik kultur budaya dan sosial sudah di standarkan untuk kemanfaatan masyarakat).P
  • Postulatfungsional universal (semua aspek yang ada di masyarakat itu sudah baku dan memiliki fungsi-fungsi positif).
  • Postulatkebutuhan mutlak (dalam setiap tipe peradaban, setiap kebiasaan dan kepercayaan memenuhi beberapa fungsi penting. Ada dua istilah yaitu difungsi (memelihara situs sosial dan memberikan nilai negatif) dan nonfungsi (lebih ke konsekuensi-konsekuensi atau sudah tidak relevan).

Setelah Natasya selesai memaparkan tentang Fungsionalisme Struktural kepada teman-teman jurusan Sosiologi Agama, moderator langsung membuka pertanyaan bagi siapa yang ingin bertanya. Dan selesai sesi tanya jawab moderator langsung menutup diskusi tersebut.
Nurul Arifah (Sosiologi Agama Semester 2B).

Sunday, February 23, 2020

Forum Mahasiswa Fuad HMJ Sosiologi Agama 1

Sosiologi Agama Gelar FORMAD Perdana di Semeater Genap

Jum'at, 21 Februari 2020 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama kembali adakan kegiatan rutin, yaitu FORMAD (Forum Mahasiswa FUAD). Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dimulai pada pukul 7.30 WIB sampai 8.40 WIB. FORMAD Perdana ini bertempat di Balkon Lantai 3 Gedung Arief Mustakim.
FORMAD yang diusung kali ini bertemakan Strukturalisme. Di mana itu adalah suatu paham yang pernah berkembang di era Modern ini. Kali ini, FORMAD dipantik oleh Adi Yulianto, ketua HMJ Sosiologi Agama 2019-2020.
 

Adi memaparkan bahwa Strukturalisme berasal dari Bahasa Inggris yakni Structuralism yang artinya membangun. Secara terminologi, strukturalisme adalah paham atau pandangan yang menyatakan bahwa masyarakat dan budaya memiliki struktur. Struktur yang menyadari semua hal tentang manusia dari perlakuan, pikiran dan perasaan. Strukturalisme berkembang pada tahun 1950-1960an, namun pada tahun ke 1970 strukturalisme mendapat kritikan karena dianggap ahistorisme. 
Adapun ciri-ciri strukturalisme, yaitu memfokuskan pada deskripsi keadaan akal objek melalui penyelidikan ataupun penelitian. Pemantik memaparkan bahwa struktur menjadi aspek pertama dalam strukturalisme, yang merupakan teori menyatakan dari sebuah gejala budaya untuk membangun teoritis yang tersusun dari unsur-unsur yang saling berhubungan. 
Berbeda lagi dengan Strukturalisme Prancis. Di mana strukturalismenya menekankan pada Bahasa. Salah satu tokohnya, yaitu Berers menyatakan bahwa bahasa-bahasa disimbolkan dari A-Z. Hal ini diperjelas dengan Proaoretik (kode dengan suatu benda), Hermeunetik (Kode mengajukan pertanyaan), Kultural (kode yang mengandung referensi pada pengetahuan umum), Semis atau Konotatif (Kode yang terkait dengan tema), Simbolis (kode yang berkaitan dengan tema namun simbolis ini jangkauannya lebih besar dan luas).
Sedangkan, dari sisi subtansi pandang para ahli, strukturalisme mempunyai aspek yang begitu luas. Selain itu juga dapat dipahami sebagai Movment of mind (gerakan pemikiran), metode, evolusi kajian linguistik, dan lain sebagainya. 
Lebih jauh lagi, pemantik mengangkat pembicaraan dari salah datu tokoh strukturalisme, yaitu Ferdinand de Saussure. Ia  adalah filsuf kontemporer yang muncul pada abad ke-20. Menurut de Saussure, strukturalisme adalah cara filsafat yang mendasari semua pemikiran abad modern dan linguistik merupakan salah satu Ilmu yang sistematis dalam bidang humaniora.
Selain itu, de Saussure juga telah meletakkan linguistik moderen dan ia sudah menerbitkan karya tulisnya melalui buku yang berjudul Cours de Linguistique general pada (1916). Dari buku tersebut, teori linguistiklah yang dicantumkan dalam strukturalisme. 
Pemantik mengakhiri diskusi dengan pemaparan ringkas tentang strukturalis. Hingga diskusi ditutup dengan tanya jawab.
Siti Mariam (Sosiologi Agama Semester 2A)







Wednesday, June 19, 2019

NGAJI SOSIOLOGI

Dalam rangka mengisi kekosongan kegiatan di bulan Ramadhan yang lebih bermanfaat. Ngaji Sosiologi dilaksanakan pada 12 Mei 2019 di Pusat Kajian Filsafat dan Teologi @buletinaufklarung . Yang dipantik langsung oleh bapak Syaiful Mustofa. Dalam ngaji Sosiologi ini mengkaji beberapa pemikiran tokoh misalnya Ibnu Khaldun, Jurgen Habermas, dan Karl Marx. Acara dilaksanakan pukul 10.00 WIB sampai menjelang berbuka dan dilanjutkan buka bersama.

Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat, jangan bosan untuk belajar, jangan malas untuk membaca !

Salam Sosiologi !! #mahasiswaiaintulungagung#mahasiswaiainta#sosiologiagamaiainta#sosiologiagama #sosiologi


Pujangga Sosiologi Agama

Wellcome back pujangga SA !! 💂
Kali ini punggawa-punggawa dari sosiologi agama bawa pulang piala lagi nih dalam kompetisi futsal yang diadakan fakultas sebelah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. 
Selamat menduduki juara 2, SA semakin berjaya !! Salam Sosiologi !

#iaintulungagung
#futsaliaintulungagung
#sosiologiagama 
#sosiologiagamaiainta

Sosiologi Agama Cup


Sosiologi Agama Cup adalah kompetisi futsal yang diselenggarakan oleh HMJ Sosiologi Agama (Divisi Bakat Minat). Kompetisi ini merupakan pertama yang dilakukan oleh HMJ Sosiologi Agama dan yang pertama pula yang ada di FUAD. SA cup diikuti oleh 8 team futsal Se-FUAD yaitu PI 1,PI 2, IPII, KPI, IAT, TP, BSA, BKI
SA cup dilakukan pada tanggal 30-31 Maret 2019 di YG futsal Sumbergempol. Final yang dilaksanakan pada tanggal 31 akhirnya meretaskan 3 team juara yang berasal dari :
Juara 1 PI 2
Juara 2 IAT
Juara 3 BSA

Salam Sosiologi !!
#iaintulungagung #sosiologiagama#fuadiaintulungagung#jaringansosiologi#mahasiswaiaintulungagung




Foto-foto kegiatan “Sosiologi Mengabdi Desa”

Tanggal 06-09 Februari 2019 di Desa Sucen, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan yang dilakukan misalnya yaitu bersih desa di Desa Sucen dan membuat papan-papan slogan tentang e kebersihan yang dipasang di sudut-sudut desa, membantu SD/MI (2 SD, 1 MI) SD 1 dan 2 Tenggong, MI Miftakhul Ulum, membantu mengajar TPQ dan Madrasah Diniyah Al Muttaqin dan Baitul Amin. Untuk hari terakhir penutupan dilakukan bersama perangkat desa, warga desa, dan diiringi lantunan sholawatan. 
Salam Sosiologi !!




Pelantikan pengurus baru HMJ Sosiologi Agama IAIN Tulungagung


Selamat atas dilantiknya pengurus baru Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama IAIN Tulungagung.
Selamat berproses
Salam Sosiologi.........!!
.
.
.
.
.
Salam 👏🌿
#fuadiaintulungagung
#hitsiaintulungagung 
#iainsparkling 
#iaintulungagung 
#sosiologi2018