event

MUSYAWARAH TAHUNAN JURUSAN SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG ANGKATAN 2018

MALIKA FC

TIM UTAMA FUTSAL SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG "MALIKA FC"

event

pacitan

SAVE PACITAN

kegiatan bakti sosial bersama LTNU di Pacitan, dengan agenda trauma hearing

Sosiologi Agama adalah salah satu program studi di lingkungan IAIN Tulungagung.yang bernaung di bawah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). SALAM SATU WARNA

Tuesday, July 24, 2018

Open Recruitment PANITIA PBAK INSTITUTE 2018



Assalamualaikum wr wb
.
.
Diberitahukan kepada mahasiswa IAIN Tulungagung
Sehubungan diadakanya kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) 2018
.
.
Maka kami selaku Panitia PBAK membuka pendaftaran panitia *P & IP* dalam agenda tersebut.
Persyaratan:
1. Mahasiswa aktif IAIN Tulungagung minimal semester 3
2. Mengisi formulir pendaftaran
3. Berdedikasi tinggi
4. Mampu bekerjasama
Pendaftaran dimulai pada tanggal *24 Juli - 3 Agustus 2018* di Kantor DEMA-I pada jam kerja.
Formulir bisa diambil di *Kantor DEMA-I*

TTD
Panitia PBAK 2018

CP: Krismon BB 081216744460

Media partner:


#iaintulungagung2018
#mahasiswaiainta
#pbak_iainta2k18
#iaintulungagung2018 #pbakiaintulungagung2018 #BernalarKritisBertindakEtis #KampusDakwahdanPeradaban .
.
.
🏻 Salam Bernalar kritis Bertindak Etis !!! ✊🏻
.
.
*Media Partner*
@kacamata_tulungagung
@tulungagungsparkling
@mahasiswaiainta
@iainta.sparkling
@genius_radio
@hits.uintulungagung
@info_iain_tulungagung

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-50 IAIN Tulungagung masih belum usai




. Masih ada kegiatan lanjutan, antara lain: 

1. Dialog Kebangsaan Bersama Sujiwo Tejo (Presiden Jancukers) dengan tema: Kita Ber-Indonesia, Kita Beragama. Ket. Masih dalam tahap konfirmasi. Rencana waktu: 25 Juli 2018. 

2. Dialog Kebangsaan Bersama Menteri Agama, dengan tema: Mengasah Jati Diri (Mengaji) Indonesia. Waktu: 26 Juli 2018. 

3. Jalan Sehat Bareng Menteri Agama. Waktu: 27 Juli 2018. 

4. Seminar Nasional: Islam Moderat di Tengah Arus Radikalisme di Indonesia. Narsum: Prof Nadirsyah Hosen (Law Faculty, Monash University Australia). Waktu: 4 Agustus 2018. Pukul 08.00-Selesai. 

5. Seminar Nasional: Ijtihad Kontemporer. Narsum: Prof Nadirsyah Hosen. Waktu: 4 Agustus 2018. Pkl. 13.00-Selesai.

Himbauan: hadiri dan ikuti semua acara tersebut demi semarak dan meriahnya Ulang Tahun Emas IAIN Tulungagung. 

#IAINTAKampusDakwahdanPeradaban.

Sunday, December 17, 2017

save_pacitan_jilid 2


#tolong_pacitan_jilid 2
Kali ini aku ditugaskan untuk menulis tentang pacitan oleh ketua kelas kocakku ..
Sebenarnya aku bingung bagamana caraku menggambarkan cerita saat tim kami disana..
Sesuatu terjadi di iringi berjuta makna.,
Malam ini saya dan teman-teman berdiskusi untuk esok hari, terjun dilokasi tepatnya di tk dan smp Desa sidomulyo. Desa ini dekat dengan pantai.
Di posko 2 ini Kami dan kakak-kakak dari mapala jurusan psikologi darul ulum jombang yang tergabung dengan LTNU berunding tentang trauma healing untuk para korban banjir & tanah longsor pacitan.. Kami berbicara seputar outbond untuk para korban, kali ini sasaran kami adalah anak-anak yang berkemungkinan mengalami trauma pasca bencana ini..
Di tengah-tengah (kampung, bagai ditengah-tengah hutan, karna sedikit rumah) didukung suara jangkrik dan dinginnya angin, kami khususnya saya pribadi, merasa perdiskusian ini begitu berpanorama pilu ketika bapak wakil masyarakat bercerita seputar malam kejadian bencana itu. Malam hari ketika hujan begitu deras tanpa henti mengguyur wilayah ini,tidak tahu dan tidak ada persiapan. orang mau berlari bingung, ke samping kanan jalan telah longsor lari ke samping kiri jalan telah retak..tak bisa dilewati. "Seperti geladih bersih kiamat" tuturnya dalam menjelaskan kiasan ttg penggambaran malam itu.. Kejadian ini merupakan kejadian terbesar ke-2 yang sebelumnya terjadi pada thn 90an..
Mrinding mendengarnya..banyak gambaran yg tergambar di fikiran ini, betapa berjuangnya mereka menyelamatkan diri.. Sebagian rumah hancur, sebagian tahap pembersihan dari lumpur, 1 wilayah terancam tdk layak huni , korban jiwa, harta benda, perahu dan ternak hanyut dalam kejapan.
Setelah diskusi selesai, kami bergegas tidur untuk persiapan acara besok. Sekitar pukul 12.00 wib hujan datang, aku tidur lelap tetapi temanku bercerita bahwa hujan cukup deras hingga ia khawatir sebab ketakutan akan cerita yang sebelumnya dipaparkan. Tetapi ketakutan itu hilang ketika hujan mulai reda.
Sebelumnya kami tiba di pacitan jilid 2 ini tanggal 10/12/2017 pukul 13.00 Wib sama seperti jilid 1 kami menginap selama 2 hari 1 malam. Perjalanan memakan waktu -/+ 4 jam. Sepanjang jalan kami disuguhi pohon-pohon tumbang ,mesin-mesin besar membersihkan jalan yg tertutup lumpur.
Tgl 11/12/2017 tepat pukul 04.40 kami bangun dan bersiap" untuk mewujudkan impian kami bertemu teman2 korban bencana. Untuk rute jalan, sebelumnya pada malam hari setelah diskusi, dosen kami & kakak-kakak telah mensurvei tempat lokasi. Dosen kami memberitahu bahwa, medan yg nanti kami lalui memang sedikit sulit. Jalan tidak bisa dilalui mobil hanya sepeda motor saja, karna terdapat jalan yg longsor hampir memakan 3/4 jalan.
Kami bergegas membawa sedikit benda yang kami harap bermanfaat bagi mereka, memang benar, jalan yg kami lalui penuh lumpur dan ada beberapa pepohonan disekitarnya yang tumbang. Bahkan saya sempat terjatuh dari sepeda saat jalan yang kami lewati cukup curam. Tiba ditujuan, kami begitu gembira bisa berjumpa dengan mereka, antusias mereka dalam menunggu kami,luar biasa.Teman-teman mulai dari belum sekolah,paud,tk,sd hingga smp.
Kami membagi dalam 3 kelompok paud , tk dan sd .. Untuk teman-teman smp kami berikan stand up comedy, game dan kertas emosi..
Sedangkan yg blm sekolah,paud,tk dan sd diberikan dongeng oleh bapak dosen kami, melukis.. dan pemberian kertas emoticon emosi ..
Uh, betapa kegembiraan itu muncul dari kami, ketika melihat anak-anak bahkan ibu-ibu dan nenek-nenek yg mengantarkan mereka ikut tertawa dengan outbond ini.
Kami bermain bersama, tertawa bersama, dan berfoto bersama.
Acra selesai,.. Jam menunjukkan kira-kira 12 AM kami berpisah dengan mereka, teman-teman pulang istirahat. Moment ini begitu memiliki arti, bahkan dalam guyonan kita *KKN sebelum waktunya* hehehehe.. Cukup mengagetkan ketika mereka bersalaman dan mencium tangan kami, ketika pula ibu-ibu mengucapkan "terimakasih telah menjadi relawan disini" rasanya terharu dan luar biasa 💞..
Kami mampir di salah satu rumah warga, sebelum kembali ke posko,..
Setelah berbincang-bincang kami berpamitan dengan warga sekitar dan kembali ke posko 2 untuk mengemasi barang" kami, karena kami harus kembali ke tulungagung lalu besok masuk kampus dan harus ujian akhir semester.
Terimakasih untuk semua nya, dalam cerita yg saya paparkan saya pahami pasti terdapat banyak kekurangan dalam penulisannya, namun hikmah yg kami pelajari dari tolong_pacitan_jilid 2 ini adalah
Tentang ~bagaimana arti senenarnya kekayaan itu?, kaya hanya? harta pun tak memiliki arti sebab, bila tuhan dalam sekejap mengambilnya kita tidak bisa menolak dan berbuat apa-apa karena hakikatnya kita tidak memiliki apa-apa, semua adalah sebatas pemberian tuhan yg dititipkan kepada kita so, cari ilmu dimana saja untuk bekal kita.
~benar, bahwa kebahagiaan sejati datang ketika kita melihat orang lain bahagia karena kita.
Itu secuplik kisah yang bisa saya paparkan. Mohon maaf bila dalam penyampaianya kurang berkenan.

Sunday, November 19, 2017

PERSONAL BRANDING by Amilatul Khasanah

PERSONAL BRANDING




Seseorang yang memiliki personal branding yang positif maka orang tersebut akan dikenal dengan dirinya yg baik sesuai dengan pembawaannya.

Lalu apa sih personal branding itu?

Dipaparkan oleh Dosen psikolog Ibu Ayu.. Bahwa personal branding itu adalah label seseorang atau yang membedakannya dengan perilaku orang lain..yang melekat pada dirinya.. 

Lalu apa semua yang melekat pada dirinya bisa disebut persolal branding? 🤔

.. Tidak..
1) Personal branding didapat ketika sifat, sikap yang diyakini dan menyadari bahwa sikap sifatnya itu memang dalam dirinya yang sifat sikap itu juga disahkan oleh orang yang berada di sekitarnya..
2) Dan perilaku itu secara konsisten dilakukannya..

Untuk itu anda perlu melakukan tindakan  :

- Bangun merk diri
- Jaga nama baik anda
- Berkorbanlah walaupun anda rugi dalam sisi materi

Jadi para pembaca blogeeRS tercinta sosiologi agama ..dapat di pahami bahwa apa-apa yg kalian lakukan berupa tindakan maupun sifat yang kalian tampakkan secara konsisten dan hal itu kalian sadari bahwa benar dan dibenarkan oleh orang disekeliling/orang yg mengenal anda maka anda bisa disebut memiliki personal branding..


Pesan untuk kami dan anda semua "memperbaiki kulaitas diri..dan gapailah personal brandingmu dengan membangun jiwa yang kharismatik" ..

pesan dan saran, kami tunggu

Anjuran : baca juga buku making your self, karya bapak Hermawan

Oleh : amilatul khasanah :v

Wednesday, November 8, 2017

Pengertian Sosialisasi

Pengertian Sosialisasi
Pengertian sosialisasi mengacu pada suatu proses belajar seorang individu yang akan mengubah dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya menjadi lebih tahu dan memahami. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana seseorang menghayati (mendarahdagingkan - internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan tidak ditemukan apa yang disebut dengan "diri".
Tujuan sosiologi dalam mempelajari sosialisasi karena dengan mempelajari bagaimana orang berinteraksi maka kita dapat memahami orang lain dengan lebih baik. Dengan memperhatikan orang lain, diri sendiri dan posisi kita di masyarakat maka kita dapat memahami bagaimana kita berpikir dan bertindak.
Terdapat beberapa konsep yang berkaitan dengan sosialisasi, yaitu the significant others , the generalized other , looking glass self serta impression management. Masing-masing konsep tersebut memberikan sumbangan yang berarti dalam diri seorang individu yang mengalami proses sosialisasi.
Produk penting dari proses sosialisasi adalah self/personality/diri. Dalam rangka interaksi dengan orang lain, seseorang akan mengembangkan suatu keunikan dalam hal perilaku, pemikiran dan perasaan yang secara bersama-sama akan membentuk self.
Agen sosialisasi meliputi keluarga, teman bermain, sekolah dan media massa. Keluarga merupakan agen pertama dalam sosialisasi yang ditemui oleh anak pada awal perkembangannya. Kemudian kelompok sebaya sebagai agen sosialisasi di mana si anak akan belajar tentang pengaturan peran orang-orang yang berkedudukan sederajat. Sekolah sebagai agen sosialisasi merupakan institusi pendidikan di mana anak didik selama di sekolah akan mempelajari aspek kemandirian, prestasi, universalisme serta spesifisitas. Agen sosialisasi yang terakhir adalah media massa di mana melalui sosialisasi pesan-pesan dan simbol-simbol yang disampaikan oleh berbagai media akan menimbulkan berbagai pendapat pula dalam masyarakat
Kegiatan Belajar 2
Jenis Sosialisasi dan Pola Sosialisasi
Proses yang dialami individu terbagi atas sosialisasi primer dan sekunder, sosialisasi primer dialami individu pada masa kanak-kanak, terjadi dalam lingkungan keluarga, individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya, individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga
Sedangkan sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya. Dalam sosialisasi sekunder terdapat proses resosialisasi dan desosialisasi, di mana keduanya merupakan proses yang berkaitan satu sama lain. Resosialisasi berkaitan dengan pengajaran dan penanaman nilai-nilai yang berbeda dengan nilai-nilai yang pernah dialami sebelumnya, untuk penguatan dalam penanaman nilai-nilai baru tersebut maka desosialisasi terjadi di mana diri individu yang lama "dicabut dan diberi" diri yang baru dalam proses resosialisasi. Kedua proses tersebut terlihat dengan jelas dalam suatu total institusi yang merupakan suatu tempat di mana terdapat sejumlah besar individu yang terpisah dari lingkungan sosialnya.
Pola sosialisasi mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi , terdapat dua pola, yaitu represif dan partisipatoris. Represif menekankan pada penggunaan hukuman, memakai materi dalam hukuman dan imbalan, kepatuhan anak pada orang tua, komunikasi satu arah, nonverbal dan berisi perintah, orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting, keluarga menjadi significant others. Sedangkan sosialisasi partisipatoris menekankan pada individu diberi imbalan jika berkelakuan baik, hukuman dan imbalan bersifat simbolik, anak diberi kebebasan, penekanan pada interaksi, komunikasi terjadi secara lisan, anak pusat sosialisasi sehingga keperluan anak dianggap penting, keluarga menjadi generalized others.
Seseorang akan mengalami proses sosialisasi yang bersifat terus menerus selama individu tersebut hidup mulai dari anak-anak sampai mereka dewasa. Termasuk pula sosialisasi gender akan pula dialami oleh individu baik laki-laki maupun perempuan. Sosialisasi Gender mengacu pada cara-cara yang dipakai oleh masyarakat dalam mempelajari identitas gender dan berkembang menurut norma budaya tentang laki-laki dan perempuan 
sumber:http://yunialhumaira.blogspot.co.id/2013/10/ringkasan-mata-kuliah-pengantar.html

Interaksi Sosial


Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya
Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan interpretative process
Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan wacana.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I. Thomas. Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selain aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas. Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat.
Kegiatan Belajar 2
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk interaksi sosial yang berkaitan dengan proses asosiatif dapat terbagi atas bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama individu dengan individu atau kelompok-kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan, di mana terjadi keseimbangan dalam interaksi antara individu-individu atau kelompok-kelompok manusia berkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Usaha-usaha itu dilakukan untuk mencapai suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi merupakan suatu proses di mana pihak-pihak yang berinteraksi mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan-kepentingan serta tujuan-tujuan kelompok
Bentuk interaksi yang berkaitan dengan proses disosiatif ini dapat terbagi atas bentuk persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Persaingan merupakan suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan. Bentuk kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial yang sifatnya berada antara persaingan dan pertentangan. Sedangkan pertentangan merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.
Untuk tahapan proses-proses asosiatif dan disosiatif Mark L. Knapp menjelaskan tahapan interaksi sosial untuk mendekatkan dan untuk merenggangkan. Tahapan untuk mendekatkan meliputi tahapan memulai (initiating), menjajaki (experimenting), meningkatkan (intensifying), menyatupadukan (integrating) dan mempertalikan (bonding). Sedangkan tahapan untuk merenggangkan meliputi membeda-bedakan (differentiating), membatasi (circumscribing), memacetkan (stagnating), menghindari (avoiding), dan memutuskan (terminating).
Pendekatan interaksi lainnya adalah pendekatan dramaturgi menurut Erving Goffman. Melalui pendekatan ini Erving Goffman menggunakan bahasa dan khayalan teater untuk menggambarkan fakta subyektif dan obyektif dari interaksi sosial. Konsep-konsepnya dalam pendekatan ini mencakup tempat berlangsungnya interaksi sosial yang disebut dengan social establishment, tempat mempersiapkan interaksi sosial disebut dengan back region/backstage, tempat penyampaian ekspresi dalam interaksi sosial disebut front region, individu yang melihat interaksi tersebut disebut audience, penampilan dari pihak-pihak yang melakukan interaksi disebut dengan team of performers, dan orang yang tidak melihat interaksi tersebut disebut dengan outsider.
Erving Goffman juga menyampaikan konsep impression management untuk menunjukkan usaha individu dalam menampilkan kesan tertentu pada orang lain. Konsep expression untuk individu yang membuat pernyataan dalam interaksi. Konsep ini terbagi atas expression given untuk pernyataan yang diberikan dan expression given off untuk pernyataan yang terlepas. Serta konsep impression untuk individu lain yang memperoleh kesan dalam interaksi.

Soerjono Soekanto



Siapakah Soerjono Soekanto? Soerjono Soekanto adalah Lektor Kepala Sosiologi dan Hukum Adat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Soerjono Soekanto Pernah menjadi Kepala Bagian Kurikulum Lembaga Pertahanan Nasional (1965-1969).



Soerjono Soekanto adalah anak tunggal dari Prof.Dr. Soekanto, S.H. dan Sri Suliyah, ia dilahirkan dari ''Keluarga Seniman'' (Lahir pada tanggal 30 Januari 1942) dan dibesarkan di Jakarta. Ayahnya merupakan guru besar sejarah dan hukum adat FS UI dan Ibunya yang gemar sekali bermain piano.
http://technoinfozul.blogspot.com/2017/01/profil-soerjono-soekanto.html
Pendidikan Soerjono Soekanto
  1. SD, Jakarta (1954)
  2. SMP, Jakarta (1957)
  3. SMA, Jakarta (1960)
  4. Fakultas Hukum UI, Jakarta (Sarjana, 1965)
  5. Universitas California, Berkeley, AS (M.A., 1970)
  6. Fakultas Hukum UI, Jakarta (Doktor, 1977)
Soerjono Soekanto juga pernah menjadi Pembantu Dekan Bidang Administrasi pendidikan Fakultas ilmu-ilmu sosial, Universitas Indonesia (1970-1973), dan kini menjadi pembantu Dekan bidang Penelitian dan Pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (sejak tahun 1978) yang bersangkutan tercatat sebagai Southeast Asian Specialist pada Ohio University dan menjadi Founding Member dari World Association of Lawyers.

Ia mendapat gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Universitas Indonesia (1965), sertifikat metode penelitian ilmu-ilmu sosial dari Universitas Indonesia (1969), Master of Arts dari University of California, Betkeley (1970), Sertifikat dari Academy of American and International Law, Dallas (1972) dan gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia (1977). Diangkat sebagai Guru besar sosiologi hukum Universitas Indonesia (1983).

Karir Soerjono Soekanto
  1. Asisten Dosen Fakultas Hukum UI (1961-1965)
  2. Asisten Ahli (1965-1966)
  3. Lektor Muda (1966-1970)
  4. Lektor Madya (1970-1973)
  5. Lektor, kemudian Lektor Kepala (1973-1979)
  6. Pembantu Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Fakultas Hukum UI (1982-1983)
  7. Guru Besar Sosiologi Hukum, Fakultas Hukum UI (1983-sekarang)
Karya-Karya Soerjono Soekanto
  • Perundang-undangan dan Yurisprudensi (2008), diterbitkan oleh PT Citra Aditya Bakti.
  • Hukum Adat Indonesia, Soerjono Soekanto (2008), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (2008), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Sosiologi Suatu Pengantar (2006), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Pokok-Pokok Sosiologi Hukum (2006), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat (2006), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (2008), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Mengenal 7 Tokoh Sosiologi (2002), diterbitkan oleh Rajawali Pers.