event

MUSYAWARAH TAHUNAN JURUSAN SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG ANGKATAN 2018

MALIKA FC

TIM UTAMA FUTSAL SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG "MALIKA FC"

event

pacitan

SAVE PACITAN

kegiatan bakti sosial bersama LTNU di Pacitan, dengan agenda trauma hearing

Sosiologi Agama adalah salah satu program studi di lingkungan IAIN Tulungagung.yang bernaung di bawah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). SALAM SATU WARNA

Sunday, December 17, 2017

save_pacitan_jilid 2


#tolong_pacitan_jilid 2
Kali ini aku ditugaskan untuk menulis tentang pacitan oleh ketua kelas kocakku ..
Sebenarnya aku bingung bagamana caraku menggambarkan cerita saat tim kami disana..
Sesuatu terjadi di iringi berjuta makna.,
Malam ini saya dan teman-teman berdiskusi untuk esok hari, terjun dilokasi tepatnya di tk dan smp Desa sidomulyo. Desa ini dekat dengan pantai.
Di posko 2 ini Kami dan kakak-kakak dari mapala jurusan psikologi darul ulum jombang yang tergabung dengan LTNU berunding tentang trauma healing untuk para korban banjir & tanah longsor pacitan.. Kami berbicara seputar outbond untuk para korban, kali ini sasaran kami adalah anak-anak yang berkemungkinan mengalami trauma pasca bencana ini..
Di tengah-tengah (kampung, bagai ditengah-tengah hutan, karna sedikit rumah) didukung suara jangkrik dan dinginnya angin, kami khususnya saya pribadi, merasa perdiskusian ini begitu berpanorama pilu ketika bapak wakil masyarakat bercerita seputar malam kejadian bencana itu. Malam hari ketika hujan begitu deras tanpa henti mengguyur wilayah ini,tidak tahu dan tidak ada persiapan. orang mau berlari bingung, ke samping kanan jalan telah longsor lari ke samping kiri jalan telah retak..tak bisa dilewati. "Seperti geladih bersih kiamat" tuturnya dalam menjelaskan kiasan ttg penggambaran malam itu.. Kejadian ini merupakan kejadian terbesar ke-2 yang sebelumnya terjadi pada thn 90an..
Mrinding mendengarnya..banyak gambaran yg tergambar di fikiran ini, betapa berjuangnya mereka menyelamatkan diri.. Sebagian rumah hancur, sebagian tahap pembersihan dari lumpur, 1 wilayah terancam tdk layak huni , korban jiwa, harta benda, perahu dan ternak hanyut dalam kejapan.
Setelah diskusi selesai, kami bergegas tidur untuk persiapan acara besok. Sekitar pukul 12.00 wib hujan datang, aku tidur lelap tetapi temanku bercerita bahwa hujan cukup deras hingga ia khawatir sebab ketakutan akan cerita yang sebelumnya dipaparkan. Tetapi ketakutan itu hilang ketika hujan mulai reda.
Sebelumnya kami tiba di pacitan jilid 2 ini tanggal 10/12/2017 pukul 13.00 Wib sama seperti jilid 1 kami menginap selama 2 hari 1 malam. Perjalanan memakan waktu -/+ 4 jam. Sepanjang jalan kami disuguhi pohon-pohon tumbang ,mesin-mesin besar membersihkan jalan yg tertutup lumpur.
Tgl 11/12/2017 tepat pukul 04.40 kami bangun dan bersiap" untuk mewujudkan impian kami bertemu teman2 korban bencana. Untuk rute jalan, sebelumnya pada malam hari setelah diskusi, dosen kami & kakak-kakak telah mensurvei tempat lokasi. Dosen kami memberitahu bahwa, medan yg nanti kami lalui memang sedikit sulit. Jalan tidak bisa dilalui mobil hanya sepeda motor saja, karna terdapat jalan yg longsor hampir memakan 3/4 jalan.
Kami bergegas membawa sedikit benda yang kami harap bermanfaat bagi mereka, memang benar, jalan yg kami lalui penuh lumpur dan ada beberapa pepohonan disekitarnya yang tumbang. Bahkan saya sempat terjatuh dari sepeda saat jalan yang kami lewati cukup curam. Tiba ditujuan, kami begitu gembira bisa berjumpa dengan mereka, antusias mereka dalam menunggu kami,luar biasa.Teman-teman mulai dari belum sekolah,paud,tk,sd hingga smp.
Kami membagi dalam 3 kelompok paud , tk dan sd .. Untuk teman-teman smp kami berikan stand up comedy, game dan kertas emosi..
Sedangkan yg blm sekolah,paud,tk dan sd diberikan dongeng oleh bapak dosen kami, melukis.. dan pemberian kertas emoticon emosi ..
Uh, betapa kegembiraan itu muncul dari kami, ketika melihat anak-anak bahkan ibu-ibu dan nenek-nenek yg mengantarkan mereka ikut tertawa dengan outbond ini.
Kami bermain bersama, tertawa bersama, dan berfoto bersama.
Acra selesai,.. Jam menunjukkan kira-kira 12 AM kami berpisah dengan mereka, teman-teman pulang istirahat. Moment ini begitu memiliki arti, bahkan dalam guyonan kita *KKN sebelum waktunya* hehehehe.. Cukup mengagetkan ketika mereka bersalaman dan mencium tangan kami, ketika pula ibu-ibu mengucapkan "terimakasih telah menjadi relawan disini" rasanya terharu dan luar biasa 💞..
Kami mampir di salah satu rumah warga, sebelum kembali ke posko,..
Setelah berbincang-bincang kami berpamitan dengan warga sekitar dan kembali ke posko 2 untuk mengemasi barang" kami, karena kami harus kembali ke tulungagung lalu besok masuk kampus dan harus ujian akhir semester.
Terimakasih untuk semua nya, dalam cerita yg saya paparkan saya pahami pasti terdapat banyak kekurangan dalam penulisannya, namun hikmah yg kami pelajari dari tolong_pacitan_jilid 2 ini adalah
Tentang ~bagaimana arti senenarnya kekayaan itu?, kaya hanya? harta pun tak memiliki arti sebab, bila tuhan dalam sekejap mengambilnya kita tidak bisa menolak dan berbuat apa-apa karena hakikatnya kita tidak memiliki apa-apa, semua adalah sebatas pemberian tuhan yg dititipkan kepada kita so, cari ilmu dimana saja untuk bekal kita.
~benar, bahwa kebahagiaan sejati datang ketika kita melihat orang lain bahagia karena kita.
Itu secuplik kisah yang bisa saya paparkan. Mohon maaf bila dalam penyampaianya kurang berkenan.

Sunday, November 19, 2017

PERSONAL BRANDING by Amilatul Khasanah

PERSONAL BRANDING




Seseorang yang memiliki personal branding yang positif maka orang tersebut akan dikenal dengan dirinya yg baik sesuai dengan pembawaannya.

Lalu apa sih personal branding itu?

Dipaparkan oleh Dosen psikolog Ibu Ayu.. Bahwa personal branding itu adalah label seseorang atau yang membedakannya dengan perilaku orang lain..yang melekat pada dirinya.. 

Lalu apa semua yang melekat pada dirinya bisa disebut persolal branding? 🤔

.. Tidak..
1) Personal branding didapat ketika sifat, sikap yang diyakini dan menyadari bahwa sikap sifatnya itu memang dalam dirinya yang sifat sikap itu juga disahkan oleh orang yang berada di sekitarnya..
2) Dan perilaku itu secara konsisten dilakukannya..

Untuk itu anda perlu melakukan tindakan  :

- Bangun merk diri
- Jaga nama baik anda
- Berkorbanlah walaupun anda rugi dalam sisi materi

Jadi para pembaca blogeeRS tercinta sosiologi agama ..dapat di pahami bahwa apa-apa yg kalian lakukan berupa tindakan maupun sifat yang kalian tampakkan secara konsisten dan hal itu kalian sadari bahwa benar dan dibenarkan oleh orang disekeliling/orang yg mengenal anda maka anda bisa disebut memiliki personal branding..


Pesan untuk kami dan anda semua "memperbaiki kulaitas diri..dan gapailah personal brandingmu dengan membangun jiwa yang kharismatik" ..

pesan dan saran, kami tunggu

Anjuran : baca juga buku making your self, karya bapak Hermawan

Oleh : amilatul khasanah :v

Wednesday, November 8, 2017

Pengertian Sosialisasi

Pengertian Sosialisasi
Pengertian sosialisasi mengacu pada suatu proses belajar seorang individu yang akan mengubah dari seseorang yang tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya menjadi lebih tahu dan memahami. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana seseorang menghayati (mendarahdagingkan - internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan tidak ditemukan apa yang disebut dengan "diri".
Tujuan sosiologi dalam mempelajari sosialisasi karena dengan mempelajari bagaimana orang berinteraksi maka kita dapat memahami orang lain dengan lebih baik. Dengan memperhatikan orang lain, diri sendiri dan posisi kita di masyarakat maka kita dapat memahami bagaimana kita berpikir dan bertindak.
Terdapat beberapa konsep yang berkaitan dengan sosialisasi, yaitu the significant others , the generalized other , looking glass self serta impression management. Masing-masing konsep tersebut memberikan sumbangan yang berarti dalam diri seorang individu yang mengalami proses sosialisasi.
Produk penting dari proses sosialisasi adalah self/personality/diri. Dalam rangka interaksi dengan orang lain, seseorang akan mengembangkan suatu keunikan dalam hal perilaku, pemikiran dan perasaan yang secara bersama-sama akan membentuk self.
Agen sosialisasi meliputi keluarga, teman bermain, sekolah dan media massa. Keluarga merupakan agen pertama dalam sosialisasi yang ditemui oleh anak pada awal perkembangannya. Kemudian kelompok sebaya sebagai agen sosialisasi di mana si anak akan belajar tentang pengaturan peran orang-orang yang berkedudukan sederajat. Sekolah sebagai agen sosialisasi merupakan institusi pendidikan di mana anak didik selama di sekolah akan mempelajari aspek kemandirian, prestasi, universalisme serta spesifisitas. Agen sosialisasi yang terakhir adalah media massa di mana melalui sosialisasi pesan-pesan dan simbol-simbol yang disampaikan oleh berbagai media akan menimbulkan berbagai pendapat pula dalam masyarakat
Kegiatan Belajar 2
Jenis Sosialisasi dan Pola Sosialisasi
Proses yang dialami individu terbagi atas sosialisasi primer dan sekunder, sosialisasi primer dialami individu pada masa kanak-kanak, terjadi dalam lingkungan keluarga, individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya, individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga
Sedangkan sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya. Dalam sosialisasi sekunder terdapat proses resosialisasi dan desosialisasi, di mana keduanya merupakan proses yang berkaitan satu sama lain. Resosialisasi berkaitan dengan pengajaran dan penanaman nilai-nilai yang berbeda dengan nilai-nilai yang pernah dialami sebelumnya, untuk penguatan dalam penanaman nilai-nilai baru tersebut maka desosialisasi terjadi di mana diri individu yang lama "dicabut dan diberi" diri yang baru dalam proses resosialisasi. Kedua proses tersebut terlihat dengan jelas dalam suatu total institusi yang merupakan suatu tempat di mana terdapat sejumlah besar individu yang terpisah dari lingkungan sosialnya.
Pola sosialisasi mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi , terdapat dua pola, yaitu represif dan partisipatoris. Represif menekankan pada penggunaan hukuman, memakai materi dalam hukuman dan imbalan, kepatuhan anak pada orang tua, komunikasi satu arah, nonverbal dan berisi perintah, orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting, keluarga menjadi significant others. Sedangkan sosialisasi partisipatoris menekankan pada individu diberi imbalan jika berkelakuan baik, hukuman dan imbalan bersifat simbolik, anak diberi kebebasan, penekanan pada interaksi, komunikasi terjadi secara lisan, anak pusat sosialisasi sehingga keperluan anak dianggap penting, keluarga menjadi generalized others.
Seseorang akan mengalami proses sosialisasi yang bersifat terus menerus selama individu tersebut hidup mulai dari anak-anak sampai mereka dewasa. Termasuk pula sosialisasi gender akan pula dialami oleh individu baik laki-laki maupun perempuan. Sosialisasi Gender mengacu pada cara-cara yang dipakai oleh masyarakat dalam mempelajari identitas gender dan berkembang menurut norma budaya tentang laki-laki dan perempuan 
sumber:http://yunialhumaira.blogspot.co.id/2013/10/ringkasan-mata-kuliah-pengantar.html

Interaksi Sosial


Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya
Proses Interaksi sosial menurut Herbert Blumer adalah pada saat manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi manusia. Kemudian makna yang dimiliki sesuatu itu berasal dari interaksi antara seseorang dengan sesamanya. Dan terakhir adalah Makna tidak bersifat tetap namun dapat dirubah, perubahan terhadap makna dapat terjadi melalui proses penafsiran yang dilakukan orang ketika menjumpai sesuatu. Proses tersebut disebut juga dengan interpretative process
Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap pertama dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi dimulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber Informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu Ciri Fisik dan Penampilan. Ciri Fisik, adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan wacana.
Interaksi sosial memiliki aturan, dan aturan itu dapat dilihat melalui dimensi ruang dan dimensi waktu dari Robert T Hall dan Definisi Situasi dari W.I. Thomas. Hall membagi ruangan dalam interaksi sosial menjadi 4 batasan jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik. Selain aturan mengenai ruang Hall juga menjelaskan aturan mengenai Waktu. Pada dimensi waktu ini terlihat adanya batasan toleransi waktu yang dapat mempengaruhi bentuk interaksi. Aturan yang terakhir adalah dimensi situasi yang dikemukakan oleh W.I. Thomas. Definisi situasi merupakan penafsiran seseorang sebelum memberikan reaksi. Definisi situasi ini dibuat oleh individu dan masyarakat.
Kegiatan Belajar 2
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk interaksi sosial yang berkaitan dengan proses asosiatif dapat terbagi atas bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama individu dengan individu atau kelompok-kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan, di mana terjadi keseimbangan dalam interaksi antara individu-individu atau kelompok-kelompok manusia berkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Usaha-usaha itu dilakukan untuk mencapai suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi merupakan suatu proses di mana pihak-pihak yang berinteraksi mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan-kepentingan serta tujuan-tujuan kelompok
Bentuk interaksi yang berkaitan dengan proses disosiatif ini dapat terbagi atas bentuk persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Persaingan merupakan suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan. Bentuk kontravensi merupakan bentuk interaksi sosial yang sifatnya berada antara persaingan dan pertentangan. Sedangkan pertentangan merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.
Untuk tahapan proses-proses asosiatif dan disosiatif Mark L. Knapp menjelaskan tahapan interaksi sosial untuk mendekatkan dan untuk merenggangkan. Tahapan untuk mendekatkan meliputi tahapan memulai (initiating), menjajaki (experimenting), meningkatkan (intensifying), menyatupadukan (integrating) dan mempertalikan (bonding). Sedangkan tahapan untuk merenggangkan meliputi membeda-bedakan (differentiating), membatasi (circumscribing), memacetkan (stagnating), menghindari (avoiding), dan memutuskan (terminating).
Pendekatan interaksi lainnya adalah pendekatan dramaturgi menurut Erving Goffman. Melalui pendekatan ini Erving Goffman menggunakan bahasa dan khayalan teater untuk menggambarkan fakta subyektif dan obyektif dari interaksi sosial. Konsep-konsepnya dalam pendekatan ini mencakup tempat berlangsungnya interaksi sosial yang disebut dengan social establishment, tempat mempersiapkan interaksi sosial disebut dengan back region/backstage, tempat penyampaian ekspresi dalam interaksi sosial disebut front region, individu yang melihat interaksi tersebut disebut audience, penampilan dari pihak-pihak yang melakukan interaksi disebut dengan team of performers, dan orang yang tidak melihat interaksi tersebut disebut dengan outsider.
Erving Goffman juga menyampaikan konsep impression management untuk menunjukkan usaha individu dalam menampilkan kesan tertentu pada orang lain. Konsep expression untuk individu yang membuat pernyataan dalam interaksi. Konsep ini terbagi atas expression given untuk pernyataan yang diberikan dan expression given off untuk pernyataan yang terlepas. Serta konsep impression untuk individu lain yang memperoleh kesan dalam interaksi.

Soerjono Soekanto



Siapakah Soerjono Soekanto? Soerjono Soekanto adalah Lektor Kepala Sosiologi dan Hukum Adat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Soerjono Soekanto Pernah menjadi Kepala Bagian Kurikulum Lembaga Pertahanan Nasional (1965-1969).



Soerjono Soekanto adalah anak tunggal dari Prof.Dr. Soekanto, S.H. dan Sri Suliyah, ia dilahirkan dari ''Keluarga Seniman'' (Lahir pada tanggal 30 Januari 1942) dan dibesarkan di Jakarta. Ayahnya merupakan guru besar sejarah dan hukum adat FS UI dan Ibunya yang gemar sekali bermain piano.
http://technoinfozul.blogspot.com/2017/01/profil-soerjono-soekanto.html
Pendidikan Soerjono Soekanto
  1. SD, Jakarta (1954)
  2. SMP, Jakarta (1957)
  3. SMA, Jakarta (1960)
  4. Fakultas Hukum UI, Jakarta (Sarjana, 1965)
  5. Universitas California, Berkeley, AS (M.A., 1970)
  6. Fakultas Hukum UI, Jakarta (Doktor, 1977)
Soerjono Soekanto juga pernah menjadi Pembantu Dekan Bidang Administrasi pendidikan Fakultas ilmu-ilmu sosial, Universitas Indonesia (1970-1973), dan kini menjadi pembantu Dekan bidang Penelitian dan Pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Universitas Indonesia (sejak tahun 1978) yang bersangkutan tercatat sebagai Southeast Asian Specialist pada Ohio University dan menjadi Founding Member dari World Association of Lawyers.

Ia mendapat gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Universitas Indonesia (1965), sertifikat metode penelitian ilmu-ilmu sosial dari Universitas Indonesia (1969), Master of Arts dari University of California, Betkeley (1970), Sertifikat dari Academy of American and International Law, Dallas (1972) dan gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia (1977). Diangkat sebagai Guru besar sosiologi hukum Universitas Indonesia (1983).

Karir Soerjono Soekanto
  1. Asisten Dosen Fakultas Hukum UI (1961-1965)
  2. Asisten Ahli (1965-1966)
  3. Lektor Muda (1966-1970)
  4. Lektor Madya (1970-1973)
  5. Lektor, kemudian Lektor Kepala (1973-1979)
  6. Pembantu Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Fakultas Hukum UI (1982-1983)
  7. Guru Besar Sosiologi Hukum, Fakultas Hukum UI (1983-sekarang)
Karya-Karya Soerjono Soekanto
  • Perundang-undangan dan Yurisprudensi (2008), diterbitkan oleh PT Citra Aditya Bakti.
  • Hukum Adat Indonesia, Soerjono Soekanto (2008), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (2008), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Sosiologi Suatu Pengantar (2006), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Pokok-Pokok Sosiologi Hukum (2006), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat (2006), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum (2008), diterbitkan oleh Rajawali Pers.
  • Mengenal 7 Tokoh Sosiologi (2002), diterbitkan oleh Rajawali Pers. 

PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL

A. PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL
1. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Struktur sosial merupakan merupakan hubungan antar unsur – unsur sosial, unsur – unsur sosial yang dimaksud disini antara lain adalah lembaga sosial, organisasi sosial, lapisan sosial serta nilai dan norma sosial.

2. Menurut Soerjono Soekanto
Struktur sosial merupakan hubungan antar unsur – unsur sosial yang memiliki pengaruh untuk menentukan pilihan serta membuat keputusan yang akan berdampak dalam hubungan sosial di suatu lingkungan masyarakat.
3. Menurut Koentjaraningrat
Struktur sosial merupakan kerangka sosial yang dapat menggambarkan berbagai unsur dalam masyarakat.
4. Menurut Raymond Firth
Struktur sosial adalah suatu bentuk pergaulan hidup manusia yang mencakup berbagai kelompok, terdiri dari banyak orang dan turut meliputi setiap individu dalam lingkungan masyarakat tersebut.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa :
Struktur sosial adalah kerangka sosial yang terbentuk dari hubungan antar unsur masyarakat yang dapat menentukan pilihan dan membuat keputusan untuk kepentingan bersama dalam suatu lingkungan sosial.
B. FUNGSI STRUKTUR SOSIAL
Struktur sosial dalam suatu lingkungan masyarakat terbentuk karena unsur – unsur sosial dalam lingkungan tersebut telah melakukan interaksi dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu Struktur sosial ini berfungsi untuk menyelenggarakan tatanan kehidupan dari secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Dalam hal ini struktur sosial dapat dianalogikan seperti sebuah rantai yang membuat unsur – unsurnya terus berhubungan dan menciptakan keadaan yang teratur juga harmonis.
Pengertian, Fungsi, Ciri dan Bentuk Struktur Sosial
STRUKTUR SOSIAL
C. BENTUK (DIMENSI) STRUKTUR SOSIAL
Secara umum terdapat dua bentuk struktur sosial, yaitu Struktur Sosial Dimensi Vertikal, serta struktur sosial dimensi horizontal.
1. Struktur Sosial Dimensi Vertikal
Struktur sosial dengan dimensi vertikal membagi unsur menjadi bentuk beberapa kelompok berdasarkan tingkatannya. Dalam kenyataan sosial, Struktur dengan dimensi vertikal ini akan nampak pada Stratifikasi Sosial, Kelas Sosial, dan Status Sosial dalam masyarakat. Contohnya A adalah seorang Gubernur, B adalah seorang Bupati dan C adalah Kepala Desa, maka dalam hal kekuasaan maka A lebih tinggi dari B dan B lebih Tinggi dari C.
2. Struktur Sosial Dimensi Horizontal
Struktur sosial dengan dimensi horizontal menunjukkan perbedaan antar unsur sosial secara keseluruhan, namun tidak membaginya berdasarkan tingkatan – tingkatan tertentu. Setiap perbedaan ini bernilai sama satu dengan yang lain. Contohnya A yang seorang gubernur berkulit Putih, B adalah Bupati yang berkulit coklat dan C adalah Kepala desa yang berkulit hitam. Maka dalam Struktur Sosial dengan dimensi horizonta perbedaan yang dimaksud disini adalah warna kulitnya, bukan pekerjaannya sehingga perbedaan tersebut tidak membuat satu diantara ketiganya lebih tinggi, melainkan mereka semua sederajat walaupun terdapat perbedaan tersebut.
D. CIRI – CIRI STRUKTUR SOSIAL
  • Bersifat Abstrak
  • Dapat diklasifikasikan dalam dimensi vertikal dan horizontal
  • Sebagai Landasan sebuah proses sosial suatu bangsa
  • Merupakan bagian sistem pengatur tata kelakuan dan hubungan antar masyarakat
  • Selalu Berkembang dan dapat berubah

Sejarah Banjari Dari Tulungagung


Pengertian dan sejarah al banjari ialah:
Dalam versi ini, yang disebut sebagai perintis adalah seorang keturunan Arab Habib Abu Bakar bin Idrus Al-Habsyi yang akrab disapa Yik Bakar. Ia adalah salah seorang tokoh masyarakat yang menggemari kesenian Islam. Melalui kesenian, solidaritas umat Islam mudah disatukan Disela-sela latihan kesenian inilah,Yik Bakar memberikan nasehat-nasehat keagamaan.
Dari situ,masyarakat semakin intens berlatih kesenian Hadrah ini.  Hadrah ini memiliki banyak pengikut. Dahulu Hadrah tersebut belum dikenal dengan sebutan al-Banjari, akan tetapi Majruran (majelis yang berjajar atau “sekumpulan yang berbaris-baris”). Kegiatan kesenian ini kemudian menular ke daerah lainnya.
Apalagi tatkala Yik Bakar memutuskan berpindah ke Manyar, Gresik. Sejak berpindah ke Gresik, Yik Bakar semakin bersemangat mengembangkan Hadrah ini. Dan, ketika ada sebuah kesenian jenis baru bernama majruran, beberapa kelompok umat Islam merasa lega dan memberikan waktu khusus untuk mempelajari dan mengembangkan kesenian ini. Majruran semakin berkembang,
Selain Yik Bakar, terdapat nama lain tidak tak bias dilepaskan dari sejarah Hadrah al-Banjari. Haji Basyuni, beliau ialah salah satu nama perintis Hadrah bersama Yik Bakar. Berasal dari Banjarmasin, pria ini tinggal di Tulungagung dengan berdagang. Duet Yik Bakar dan Haji Basyuni inilah yang membuat kesenian Hadrah mampu bertahan di awal perintisannya hingga saat ini.
Adapun Haji Basyuni, sebagai seorang Banjar, juga memiliki kecintaan terhadap tradisi berkesenian Hadrah di kampung halamannya. Pertemuan dua pecinta seni inilah yang ikut memberikan warna menarik bagi perkembangan Hadrah al-Banjari Jika pendapat pertama di atas menilai bahwa perintisan Hadrah al-Banjari dimulai dari Tulungagung atas dorongan Yik Bahar.
Di versi lain yaitu ada yang mengatakan bahwasannya al banjari itu disebarkan oleh Ustadz Chumaidi Abdul Majid yang berasal dari dari Tapaan Pasuruan, sedangkan kedua bernama Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan nama Guru Zaini dari Martapura Banjarmasin. Keduanya belajar menuntut ilmu kepada Kiai Syarwani di Pondok Pesantren Datuk Kalampayan Bangil.
Setelah lulus dari pesantren tersebut, baik Ustadz Chumaidi maupun Guru Zainiberdakwah di masyarakat. Di antara metode dakwahnya adalah dengan menggunakan media musik Hadrah al-Banjari sebagai daya pikat bagi masyarakat.
Ustadz Chumaidi menyebarkannya di kawasan Bangil, Pasuruan, Probolinggo, dan daerah di Jawa Timur, sedangkan Guru Zaini menyebarkan kesenian ini di daerah asalnya, yaitu Martapura Banjarmasin. Karena orang lebih mengenal dengan Guru Zaini yang berasal dari Banjarmasin, maka kemudian seni Hadrah tersebut lebih dikenal menjadi Hadrah al-Banjari. Nama inilah yang hingga kini melekat di benak masyarakat dan menjadi cirikhas tersendiri.
Hadrah atau biasa yang dikenal dengan al-banjari merupakan kegiatan membaca sholawat dengan diiringi alat musik terbang. Seni al banjari memiliki irama yang menghentak, rancak dan variatif. Kesenian ini seringkali digelar dalam acara-acara seperti maulid nabi, isra’ mi’raj atau hajatan semacam sunatan dan pernikahan.
Keunikan banjari adalah hanya terdapat satu alat musik yaitu rebana yang dimainkan dengan cara dipukul secara langsung oleh tangan pemain tanpa menggunakan alat pemukul.
Musik ini dapat dimainkan oleh siapapun untuk mengiringi nyanyian dzikir atau sholawat yang bertemakan pesan-pesan agama dan juga pesan-pesan sosial budaya. Umumnya menggunakan bahasa Arab, tapi belakangan banyak yang mengadopsi bahasa lokal untuk kesenian ini.
http://qosfada.com/2016/11/17/inilah-sejarah-al-banjari-yang-wajib-diketahui/