event

MUSYAWARAH TAHUNAN JURUSAN SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG ANGKATAN 2018

MALIKA FC

TIM UTAMA FUTSAL SOSIOLOGI AGAMA IAIN TULUNGAGUNG "MALIKA FC"

event

pacitan

SAVE PACITAN

kegiatan bakti sosial bersama LTNU di Pacitan, dengan agenda trauma hearing

Sosiologi Agama adalah salah satu program studi di lingkungan IAIN Tulungagung.yang bernaung di bawah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD). SALAM SATU WARNA

Tuesday, April 28, 2020

Formad modern

09 April 2020 pukul 19.00 WIB Noviya Anggreani  FORMAD (Forum Mahasiswa Fuad) Sosiologi Agama yang merupakan lanjutan Formad sebelumnya yang membahas mengenai Teori-Teori Sosiologi, Formad ini dipantik oleh Khusna dengan materi Sosiologi Modern  melalui via Grub Whatsapp FORMAD Sosiologi Agama. 

Noviya memaparkan bahwa Sosiologi Modern, yang membahas seperti teori strukturalisme, fungsionalisme, teori simbolik dan lain-lain. Teori sosiologi modern pertama kali berkembang pada abad ke-19 dan ke-20 di Eropa dan Amerika latar belakang munculnya teori sosiologi medern ini karena munculnya riberalisme, perubahan sosial dan arus intelektual dalam industri yang banyak bermunculan semua itu akan munculnya dampak kriminalitas dan lain-lain. Dan ada juga yang menyebutkan sosiologi modern ini muncul karena adanya gelombang besar dari imigran yang berdatangan ke Amerika dan munculnya liberalisme gejala tersebut mengakibatkan pesatnya perubahan penduduk banyak bermunculan kota-kota industri yang baru. Perubahan besar itu membuat masyarakat Eropa dan Amerika tak terkondisikan, perubahan tersebut membuat para ilmuwan sosiologi untuk berfikir keras. 

Para ilmuwan sosiologi sadar bahwa teori klasik yang di Eropa tidak bisa mengatasi perubahan tersebut para pakar sosiologi berupaya untuk melakukan pendekatan baru sesuai kondisi masyarakat pada masa saat itu, pendekatan sosiologi modern cenderung menggunakan pendekatan mikri atau lebih sering disebut dengan pendekatan empiris, pendekatan empiris adalah perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan masyarakat itu secara menyeluruh Perkembangan sosiologi modern ini dapat dibagi menjadi dua yakni pada abad ke-19 di Eropa dan abad ke-20 di Amerika, perkembangan sosiologi medern pada abad 19 perkembangan sosiologi modern dimulai berkembang pesat karena dipengaruhi oleh revolusi industri dan revolusi politik yang telah mengubah kehidupan sosial secara dramatis para ilmuwan dan para intelektual minat untuk mengetahui perubahan tersebut karena perubahan pada diri masyarakat pada saat itu penting dalam perkembangan sosiologi  pada saat itu. 

Perkembangan sosiologi modern pada abad ke-20 mulai bermunculan lagi karena adanya migrasi dari Eropa Barat ke Amerika Serikat sosiologi modern pada masa itu pesat di Amerika Serikat dan Kanada pada abad ke-20 saat itu industri dan urbanisasi terjadi secara besar-besaran diperkotaan Amerika Serikat akibat dari industrialisasi dan urbanisasi tersebut membuat perubahan yang sangat besar masyarakat desa dan masyarakat kota cenderung terlihat sangat mencolok kondisi pada saat itu membuat para ilmuwan Amerika untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang tumbuh akibat perubahan tersebut. Sejarah perkembangan sosiologi di Amerika priode sebelumnya yaitu sebelum Perang Dunia Pertama, kedua sampai kisaran 1930.an.

Tentang perubahan-perubahan seperti perubahan sosial, banyak nya industri yang bermunculan secara langsung atau secara menyeruh. Perubahan besar tersebut membuat masyarakat tak terkondisikan perubahan industri yang besar-besaran contohnya ya kayak sekarang petani biasanya kan memotong padi di ret sek tapi sekarang sudah ada alat yang lebih praktis kayak pemotong padi. 

Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan. Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi yang lama di Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern. 

Nah jadi sosiologi medern ini yang menjadi unsur perkembangan masyarakat Eropa dan Amerika yang mana sebelum mengalami gejala-gejala sosial baik dibidang perekonomian maupun politik. Semoga bermanfaat 

Formad teori Kritis

40 April 2020 pukul 19.00 WIB FORMAD (Forum Mahasiswa Fuad) Sosiologi Agama yang merupakan lanjutan Formad sebelumnya yang membahas mengenai Teori-Teori Sosiologi, Formad ini dipantik oleh Khusna dengan materi Teori Kritis melalui via Grub Whatsapp FORMAD Sosiologi Agama.

Pemantik memaparkan Teori Kritik dibagi menjadi tiga yaitu Kritik kostruktif (untuk melengkapi suatu gagasan), Kritk dekostruktif (gagasan yang di samapaikan memiliki kekeliruan struktur sehinga perlu di produksi ulang) ex Derida struktur lama diganti struktur baru Dan Kritik desdruktif ( gagasan yang disampaikan itu salah jadi buang saja) ex : Hedeger mengkritik metafisika lama Teori Kritis juga disebut dengan Teori kritik Masyarakat  (bartens). 

Jurgen Habermas ( filusuf Jerman) lahir pada 19 juli 1929 Pada mulanya Habermas merupakan seorang Marxisme yang kemudia memodifikasi pemikiran Marxisme yang mana mengandaikan kedamaian social dengan kekerasan atau revolusi, tetapi Habermas menolak hal tersebut, tidak setuju dengan perubahan dengan jalan kekerasan. solusi perubahan social dengan teori komunikasi artinya masyarakat dapat memperbaiki perbuahan social  dengan jalan komunikasi yang disebut dengan demokrasi radikal, maksud dari demokrasi radikal bahwa segala  problem masyarakat hanya dapat diselesaikan dengan proses komunikasi, dialog, yang berlandaskan  rasionalitas. Dalam teori komunikasi dibutuhkan ruang public untuk menjadi media masyarakat berdialog, mengkritik beradu argument, dengan ketentuan kekuasaan setempat tidak boleh mendominasi. 

Dasar Kritik Modernisme mazhab Frankfrut 
1. Paradigma Objektifitas sains : melahirkan Ilmu Tradisional. Cara berfikir objektif ( semua ilmu diperlakukan secara objektif, pasif) artinya manusia beserta prilakunya, emosi, hasrat, di ukur secara kuantitatif

2. Mandul Praksis, Teori modernnya terlalu tinggi-tinggi tetapi tidak mengubah (memperbaiki) apa-apa jadi dianggap gak berguna karena masyarakat tidak mendapatkan dampaknya. Kontribusi nyata dari teori modern tidak ada efeknya pada masyarakat. Misal nya marxisme dia membahas dalam-dalam masyarakat tetapi yang terpentin itu bagi teori kritis bagaimana cara mengubah masyarakat.

3. Tidak emansipatif, Tidak membuat masyarakat menjadi lebih baik, (tidak berdampak pada masyarakat). Missal ketika di barat pada saat itu borjuis sedang marak-maraknya, feodalis menggejala,  anyak orang tertindas dan di dunia timur terjadi penjajahan. Teori-teori yang dilahirkan pada saat itu tidak menyentuh keadaan masyarakat, filsafat tetep canggih tetep mbulet tetapi tidak ada kontribusinya bagi masyarakat).

4. Ilmu untuk Ilmu , Value Free yaitu Perkembangan sains tidak difikirkan dampaknya, asal kan masih bias dikembangkan ya dikembangkan, contoh pmbuatan bom (alasannya ilmu itu netral- tidak dapat dihalangi perkembangannya) semua ilmu pada dasarnya ada kepentingannya.

5. Melanggengkan status Quo "struktur mapan" yaitu (dikritik secara tajam oleh vukoo dengan relasi kuasannya, misalnya ilmuan saintist barat ang di eksekusi)

6. Melupakan Historis, Semua gagasan-teori  muncul karena ada konteks sejarah missal sekularisme karena nbarat sedang kecewa dengan agama (gereja) yang hegemoni (mendominasi), munculnya marxisme karena ada revolusi industry yang mana masyarakat ber-relasi bedasankan rlasi majikan dan buruh, pemilik modal dan pekerja yang mana strukturnya menguntungkan pemilik modal dan sangat merugikan pekerja. Inilah yang disebut dngan historisitas ide. Tidak ada ide yang lahir dari ruang kosong.

Tipe-Tipe Hubungan Manusia da tiga yakni Hubungan dunia Objektif : Subjek-objek (manusia dengan dunia empirisme, objek bersifat pasif), Hubungan dengan dunia social yang didasarkan atas norma-norma : subyek-subyek (manusia dengan manusia lainnya) Dan Hubungan dengan dunia subyektif pemikiran, rasa dan imajinasi : subjek-itself (subjek dengan diri sendiri). Jadi teori kritik ini sangat berpengaruh dalam kehidupan setiap manusia agar dapat mengetahui kebenar dalam kedidupan sosial belajar dari filsuf pertama teori kritik Jurgen Habermas dan  Frankfrut. Semoga bermanfaat. 


Formad Konflik

Selalu adanya surat edaran dari Rektor IAIN Tulungagung bahwa perkulihan untuk saat ini menggunakan sistem daring, maka dari itu diskusi kali ini dilakukan secara online via grub whatsapp yang mana lanjutan dari formad sebelumnya. 
Rabu, 01 April 2020 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama kembali adakan kegiatan rutin, yaitu FORMAD (Forum Mahasiswa FUAD) secara online. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dimulai pada pukul 19.00  sampai Selesai di Grub whatsapp Formad Sosiologi Agama.  
FORMAD yang diusung kali ini bertemakan KONFLIK yang dipantik oleh Arifani. Ia memaparkan menhenai konflik yang mana: Menurut Marx hakikat Kenyataan sosial adalah konflik, konflik yaitu suatu kenyataan sosial yang dapat ditemukan di mana saja. Konflik sosial adalah bertentangan denga sekmen-sekmen masyarakat untuk memperebutkan aset-aset yang bernilai jenis-jenis konflik bisa bermacam-macam yaitu konflik antar individu, antar kelompok, konflik antar bangsa dan sebagiannya. Namun menurut Marx konflik yang sering terjadi ialah konflik yang disebabkan oleh cara produksi barang-barang material. Teori konflik ala Karl Marx lebih menekankan pada pergerakan kaum ploretar atau kaum kelas bawah melawan  pemilik modal atau kapitalis, kelas atas ataubahkan bisa dikatakan kaum borjuis. Pertentangan tersebut menurutnya tidak ada sangkut pautnya dengan sikap hati akan tetapi kepada arah kepentingan yang rancu satu sama lain. 

Ada empat kata kunci konflik menurut Marx yaitu petama dialektika material, kedua produksi, ketiga bentuk masyarakat atau hasil dialektika material seperti perkembangan sejarah manusia, dan keempat kelas sosial atau yang terkenal dengan bertentangan pada masyarakat. Konsep dialektika material merupakan hasil akademik Marx setelah membaca pemikiran Hadge, ia mempengaruhi Marx dalam konsep dialektika. Hadge dikenal sebagai seorang filosof yang melihat bahwa realitas itu dihasilkan oleh proses dialektika, pengetahuan. Mark mengamini teori Dauli farback dalam cara pandang ateis bahwa agama adalah hanyalah candu untuk menganti pengetahuan dengan konsep materialisme. Jadi Marx mempercayai filsafat farback bahwa yang material yang memberikan inpek segara langsung yang terhadap fisik manusia itu merupakan esensi dengan proses dialektika. sehingga Marx kemudian menemukan sendiri yang disebut dialektika material, material merupakan basis superstag yang nantinya menciptakan politik, kebudayaan dan sebagiannya. Di sini bisa kita lihat Marx menempatkan material sebagai esensi atau sebagai inti dari bagimana satu pendapat, satu peradaban, sistem politik, sistem sosial itu terbentuk. Dialektika material berarti disitu kita lihat proses realitas berkembang dalam kehidupan politik dan budaya itu berawal dari kepentingan matering, kepentingan material ini bisa kita gunakan untuk melacak dalam pandangan Marx melacak bagaimana masyarakat berkembang. Pada mula masyarakat terbentuk para ahli menyebut sebagi masyarakat primitif, kepentingan material itu terlihat bagaimana masyarakat primitif bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka yaitu makanan mereka harus berburu untuk mendapatkan binatang yang akan mereka makan dengan kelompoknya masyarakat primitif menciptakan alat untuk berburu seperti tombak, panah. Bagi Marx ini rasa awal bagaimana alat produksi dalam sejarah perkembangan masyarakat saat ini terbentuk jadi panah dan tombak tersebut disebut sebagai alat produksi, dalam suatu komunitas masyarakat mengirim kelompoknya untuk berburu yang kemudian mereka membawa alat produksi lalu mendapatkan hasil untuk dibawa pulang dan dibagikan keseluruh anggota kolmpok dengan rata. Dalam pandangan Marx masyarakat primitif pembagian itu bersifat adil dalam pengertian setiap warga itu terpenuhi, proses dari hasil berburu tersebut yang disebut Marx sebagai cara produksi. 
Bentuk masyarakat yang selanjutnya pada pandangan Marx berdasarkan pada man and of prodaccen adalah masyarakat agraris yang dikaitkan dengan bagaimana perkembangan masyarakat primitif yang awalnya nomaden lalu popolasinya mereka semakin besar akhirnya mereka harus menetap. Ketika mereka mulai tinggal menetap mereka menciptakan lagi alat produksi yang beda dengan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situlah berkembangnya alat-alat produksi untuk melakukan cocok tanam, ternak dan sebagiannya kemudian alat produksi itu diimbangi dengan mode of prodaksen dalam masyarakat. Dalam perkembangan ketika populasi mulai berkumpul pada satu tempat baru memulai menciptak sebuah kepemimpinan mengorganisasikan yang akan bekerja di masyarakat. Dari sinilai diciptakannya kelas keorganisasian kelas agar masyarakat tetap bisa menjalankan tersebut. Terciptanya satu kelas baru dalam masyarakat yang mengatur dan menguasai masyarakat yang lain.
konflik bisa menciptakan tatanan kehidupan yang lebih baik. Manusia yang sehat adalah manusia yang hidup dalam konfliktual. Manusia yang hidup dalam keseimbangan dianggap tidur dan tidak berkembang dalam proses kemajuan. Sebab, konflik sosial adalah kekuatan sosial utama sebagai proses dari perkembangan masyarakat menuju tahap-tahap yang lebih sempurna. Sepertinya gini keinginan Marx untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas bukan tanpa alasan. Tapi sebab adanya kesenjangan yang didominasi oleh mereka yang lebih berkuasa dan berharta. Begitu. Kayak orang kapitalisme yang mempunyai modal pabrik lalu memperlakukan kaum buruh dengan se enaknya. Adanya teori kelas itu untuk mengedintifikasi kelas-kelas yang ada di masyarakat waktu itu dimana Marx menjadi kan dua kelas yaitu Borjuis dan ploretar sebeelum adanya kapitalisme itu ada feodal dan ploretan, Kapitalisme ini dipelopori oleh Karl Marx. Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi dimana individu mempunyai hak untuk mempunyai faktor-faktor produksi seperti pabrik, mesin dan modal. Sehingga mereka bisa melakukan bebas untuk memperkerjakan seseorang sehingga bisa meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Tetapi kapitalisme itu di kritik oleh sosialisme
Semoga bermanfaat. 

Tuesday, March 10, 2020

Bedah Isu Kekeluargaan "RUU Ketahanan Keluarga Dalam Kacamata Sosiologi"

Kamis, 05 Maret 2020 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama mengadakan kegiatan rutin FORMAD Bedah Isu (Forum Mahasiswa FUAD) . Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dimulai pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB. FORMAD ini perdana dengan Bedah Isu yang bertepatan di Bilkop caffe Tulungagung.

FORMAD yang disusun kali ini berbeda dengan FORMAD mingguan lantasan ini dengan membawakan isu-isu yang beredar di masyarakat dengan FORMAD Bedah Isu Kekeluargaan dengan tema RUU Ketahanan Kekeluargaan Dalam Kacamata Sosiologi. FORMAD kali ini dipantik oleh bu Fitria Rismaningtyas, M.Sos selaku dosen Sosiologi Agama IAIN Tulungagung dan moderator Aminatul Khasanah mahasiswa Sosiologi Agama semester enam. 


Bu Fitria selaku Dosen Sosiologi Agama IAIN Tulungagung menjelaskan tentang Bedah Isu Kekeluargaan dengan tema RUU Ketahanan Keluarga dalam Kacamata Sosiologi. Keluarga merupakan satuan unit terkecil dalam Masyarakat. Keluarga merupakan media bagi perkembangan anak. Namun di era yang semakin modern ini fungsi keluarga semakin berkurang. 

Banyak tantangan yang di di era yang modern ini contoh tantangan nya seperti di era yang modern ini contoh tantangan nya seperti: pertama Pendidikan, Dalam hal pendidikan peran keluarga saat ini menjadi lebih sedikit karena tergantikan oleh teknologi aplikasi yang sudah banyak mencangkup tentang pendidikan. Contohnya saja dengan adanya aplikasi bimbel online "ruangguru". Karena adanya aplikasi berteknologi ini orang tua cenderung untuk memasakkan anaknya untuk belajar dengan aplikasi berteknologi. 

Kedua Agama, Begitu pula dengan urusan agama titik saat ini orangtua cenderung untuk menaruh anaknya di sekolah yang sudah dibekali dengan agama. Di sekolah yang plus agama ini anak mendapat materi  tambahan dan pulang lebih lama dari sekolah biasa Karena itu waktu anak dan keluarga akan cenderung berkurang dan orang tua lebih memasrahkan anaknya kepada sekolah untuk urusan agama. "Seperti pondok pesantren atau madrasah"- tutur bu fitri. 
Setelah menikah pasangan suami istri akan mendepatkan tempat tinggal baru. Hal ini terdiri dari beberapa bagian: Patrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah. Pertama, Matrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu. Kedua, Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri. Ketiga, Patrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama kelurga sedarah suami.
"Pada era modern dan pasca modern ini, keberadaan keluarga besar semakin mengecil. Wanita dan laki-laki sekarang ini menganggap bahwa pernikahan tidak penting". Ungkap bu fitri. 
Di era saat ini ni semakin banyak terdapat keluarga modern, keluarga modern sendiri merupakan keluarga yang apabila seorang laki-laki dan perempuan setelah menikah maka mereka tinggal di satu rumah tersendiri. Maksudnya, mereka tidak tinggal di keluarga laki-laki ataupun keluarga dari perempuan. Keluarga modern sendiri lebih memiliki anggota keluarga yang kecil, semakin modern keluarga itu maka semakin kecil pula anggotanya karena mereka menganggap anak sebagai beban kebutuhan. Keluarga modern dapat dijumpai di negara maju seperti Jepang dan Korea.

Bu fitri menjelaskan bahwa "negara kita, Indonesia saat ini tengah mendapatkan bonus demografi. Lain dengan negara maju yang krisis demografi akibat menurunnya minat warganya terhadap menjalin hubungan pernikahan dan ketakutan mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga." 
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan adalah angka fertilitas( angka kelahiran rendah) "Di negara Jepang dan Korea tingkat kelahiran rendah karena masyarakat Jepang dan Korea tidak mau menikah mereka menganggap apabila menikah biaya yang dikeluarkan akan bertambah karena dalam pernikahan harus menjalin Solidaritas tas yang baik dalam keluarga". Dan Tindak KDRT. 
Ketahanan keluarga sendiri adalah sikap sebuah keluarga untuk bisa mengatasi masalah masalah lokal yakni Perkawinan dan global yakni Ekonomi. Dalam RUU ketahanan keluarga ada beberapa yang harus diperhatikan yakni Ingin melindungi keluarga dari globalisasi dan melindungi kultur budaya, Negara memperkuat posisi Lelaki pada keluarga, dan terlalu membebani suami dalam urusan publik(bekerja dan ikut menjaga ketahanan umum). 
RUU ketahanan keluarga menjadi kontroversi lantaran pasal tersebut secara tidak langsung, bahwa laki-laki juga mendapatkan diskriminasi, bukan hanya perempuan saja. Pada pasal 25, suami harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan perempuan harus bekerja pada sektor domestik saja. Terjadi perdebatan, karena "RUU ini terlalu ikut campur dalam urusan personal dalam rumah tangga."-ujar bu fitri selaku pemateri. 
Sebagai penutup, bu fitri menambahkan. "Yang harus dilakukan negara terhadap ketahanan keluarga adalah pelayanan kesehatan yang baik, pelayanan pendidikan yang bisa diakses siapapun, stop kekerasan terhadap anak, stop pelecehan dan negara mampu menjamin bahwa masyarakatnya bebas dari narkoba." 

Lathifatul Azizah dan Ulul Mahmudah

Monday, March 9, 2020

Formad 3 Post Strukturalis

Jum'at 06 Maret 2020 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama kembali mengadakan kegiatan mingguan rutin FORMAD (Forum Mahasiswa FUAD). Kegiatan ini terbuka untuk umum dimulai pukul 10.00 WIB sampai 11.20 WIB di Balkon lantai tiga Gedung K. H Arief Mustaqim. FORMAD ini merupakan  lanjutan materi dari FORMAD-FORMAD sebelumnya lantasan saling kritik mengkritik, kali ini FORMAD dengan tema Post Strukturalis yang dipantik oleh saudara Miftahul Ulum Amaliyah.

Ulum memaparkan mengenai post strukturalis pada abad moderen ialah suatu simbol berdasarkan bahasa. Ulum menyampaikan pendapat dari  Kang Saiful post strukturalis ialah kritik, melanjutkan. Sedang Ulum sendiri berpendapat bahwa post strukturalis ini merupakan memperbarui, melanjutkan, mengeritik yang ada dalam strukturalis. Ada dua filsuf mengeritik post strukturalis yang sangat berpengaruh yakni Derida dan Michele Faucault.
Derida mengeritik filsuf Ferdinand de Saussure bahwa struktur bahasa yang berpengaruh, manusia harus bisa menganalisis tidak hanya dari luarnya namun dalamnya juga. Struktur ini dianggap kaku, bahasa yang ditekankan, manusia hanya bertahan yang di tekan pada struktural. Penggunaan bahasa yang mengunakan dua bahasa yakni linguistik dan parol. Linguistik ialah bahasa yang formal, bahasa yang digunakan pemerintah, bahasa baku sehingga tidak semua masyarakat mengerti. Sedangkan parol ialah bahasa biasa, bahasa yang digunakan sehari-hari.
Tokoh yang kedua Michele Faucault mengeritik struktur yang dijadikan obek dengan memanfaatkan kekuasaan karena ia terkenal dengan pemikiran Relasi Kuasanya. Strukturalis yang tidak hanya fokus pada sistem dan struktur, bahwa semuanya itu tergantung objeknya. Yang menjadi garis besar kritikan Faucault ini ialah melawan keketatan sistem dalam bahasa dan mengembangkan peran manusia sesuai objek yang diatur oleh sistem. Saat zaman strukturalis manusia sebagai subjek namun manusia seakan-akan dikesampingkan malah yang menjadi objek bahasa.
Adi melontarkan pertanyaan kepada Ulum mengenai sebagi objek subjek dalam kekeluargaan yang timbul dari perasaan, Ulum menjawab pertanyaan tersebut "dalam keluarga suami istri semisal si A merasa didiskriminasikan ia tetap sebagai objek walaupun perannya tidak berjalan dengan sepenuhnya".
Dari pemaparan tersebut garis besarnya para tokoh filsuf mengertik strukturalis yang menekankan pada bahasa yang dianggap kaku, melawan keketatan sistem dalam berbahasa dan mengembangkan peran manusia sebagi objek yang diatur oleh sistem.
Penulis: Siti Mariyam

Sunday, March 1, 2020

Formad 2: Menyelisik Fungsionalis Struktural
Jumat, 28 Februari 2020, pukul 07.30 – 09.00 WIB Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama melaksanakan kegiatan Forum Mahasiswa FUAD (FORMAD) di Balkon Gedung Arief Mustaqiem lantai tiga. FORMAD kali ini membahas tentang “Fungsionalisme Struktural” yang dipantik oleh Natasya Pazha Denanda dan dimoderatori oleh Muhammad Yahya.


Natasya menjelaskan bahwa Teori Fungsionalisme Struktural dicetuskan oleh tokoh Sosiologi yang bernama Emile Durkheim. Emile Durkheim ini menganalogikan fungsionalisme struktural sebagai satu kesatuan organisme.
Ada dua tokoh sosiologi yang terpengaruh oleh Teori Fungsionalisme Durkheim, yaitu:


  1. Talcott Parsons

Talcott Parsons adalah seorang sosiolog yang lahir pada 13 Desember 1902 di Colorado, Amerika. Ia meninggal pada 8 Mei 1979 di Munich, Jerman. Talcott berasal dari keluarga yang memiliki intelektual tinggi dan ayahnya seorang pendeta gereja, seorang profesor, dan presiden dari sebuah kampus kecil.
Sebagai seorang sosiolog kontemporer dari Amerika Talcott menggunakan pendekatan fungsional. Pendekatannya juga dipengaruhi oleh pemikiran August Comte, Emile Durkheim, Vilfredo Pareto dan Max Weber. Hal tersebut menyebabkan Teori Fungsionalisme Talcott Parsons bersifat kompleks.
Prinsip-prinsip pemikiran Talcott Parsons, yaitu tindakan individu manusia yang diarahkan pada tujuan. Menurut Talcott Parsons tindakan sosial adalah suatu tindakan individu yang berinteraksi dengan individu lain yang mempengaruhi individu tersebut. Ada beberapa tindakan imperatif fungsional diantaranya, yaitu tindakan rasional instrumental, nilai, afektif dan tradisional.
Pemikiran Talcott Parsons tentang Teori Agil ada empat:

  •  (Adaptasi) yaitu sebuah sistem harus menanggulangi situasi eksternal yang gawat, sistem harus menyesuaikan dengan lingkungannya.G
  • Goalattainment (pencapaian tujuan) yaitu sebuah sistem harus mendefinisikan dan mencapai tujuan utamanya.
  • Integration (integrasi atau pembauran) yaitu sebuah sistem harus bisa mengatur komponen-komponennya.L(
  • Latencypemeliharaan pola) yaitusistem harus melengkapi, memelihara dan memperbaiki, baik motivasi individual maupun pola-pola kultural.
2. Robert King Merton

Robert King Merton adalah seorang sosiolog yang lahir pada 4 Juli 1910 di pemukiman kumuh di Philadelphia, Amerika. Ia meninggal pada 23 Februari 2003 di New York, Amerika. Merton mengembangkan konsep keseimbangan bersih. Ia juga mengkritik tiga postulan (asumsi yang jadi pangkal dalil yang dianggap benar tanpa perlu membuktikannya), yaitu:

  • Postulat ksatuan fungsional masyarakat (semua keyakinan dan praktik-praktik kultur budaya dan sosial sudah di standarkan untuk kemanfaatan masyarakat).P
  • Postulatfungsional universal (semua aspek yang ada di masyarakat itu sudah baku dan memiliki fungsi-fungsi positif).
  • Postulatkebutuhan mutlak (dalam setiap tipe peradaban, setiap kebiasaan dan kepercayaan memenuhi beberapa fungsi penting. Ada dua istilah yaitu difungsi (memelihara situs sosial dan memberikan nilai negatif) dan nonfungsi (lebih ke konsekuensi-konsekuensi atau sudah tidak relevan).

Setelah Natasya selesai memaparkan tentang Fungsionalisme Struktural kepada teman-teman jurusan Sosiologi Agama, moderator langsung membuka pertanyaan bagi siapa yang ingin bertanya. Dan selesai sesi tanya jawab moderator langsung menutup diskusi tersebut.
Nurul Arifah (Sosiologi Agama Semester 2B).

Sunday, February 23, 2020

Forum Mahasiswa Fuad HMJ Sosiologi Agama 1

Sosiologi Agama Gelar FORMAD Perdana di Semeater Genap

Jum'at, 21 Februari 2020 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama kembali adakan kegiatan rutin, yaitu FORMAD (Forum Mahasiswa FUAD). Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dimulai pada pukul 7.30 WIB sampai 8.40 WIB. FORMAD Perdana ini bertempat di Balkon Lantai 3 Gedung Arief Mustakim.
FORMAD yang diusung kali ini bertemakan Strukturalisme. Di mana itu adalah suatu paham yang pernah berkembang di era Modern ini. Kali ini, FORMAD dipantik oleh Adi Yulianto, ketua HMJ Sosiologi Agama 2019-2020.
 

Adi memaparkan bahwa Strukturalisme berasal dari Bahasa Inggris yakni Structuralism yang artinya membangun. Secara terminologi, strukturalisme adalah paham atau pandangan yang menyatakan bahwa masyarakat dan budaya memiliki struktur. Struktur yang menyadari semua hal tentang manusia dari perlakuan, pikiran dan perasaan. Strukturalisme berkembang pada tahun 1950-1960an, namun pada tahun ke 1970 strukturalisme mendapat kritikan karena dianggap ahistorisme. 
Adapun ciri-ciri strukturalisme, yaitu memfokuskan pada deskripsi keadaan akal objek melalui penyelidikan ataupun penelitian. Pemantik memaparkan bahwa struktur menjadi aspek pertama dalam strukturalisme, yang merupakan teori menyatakan dari sebuah gejala budaya untuk membangun teoritis yang tersusun dari unsur-unsur yang saling berhubungan. 
Berbeda lagi dengan Strukturalisme Prancis. Di mana strukturalismenya menekankan pada Bahasa. Salah satu tokohnya, yaitu Berers menyatakan bahwa bahasa-bahasa disimbolkan dari A-Z. Hal ini diperjelas dengan Proaoretik (kode dengan suatu benda), Hermeunetik (Kode mengajukan pertanyaan), Kultural (kode yang mengandung referensi pada pengetahuan umum), Semis atau Konotatif (Kode yang terkait dengan tema), Simbolis (kode yang berkaitan dengan tema namun simbolis ini jangkauannya lebih besar dan luas).
Sedangkan, dari sisi subtansi pandang para ahli, strukturalisme mempunyai aspek yang begitu luas. Selain itu juga dapat dipahami sebagai Movment of mind (gerakan pemikiran), metode, evolusi kajian linguistik, dan lain sebagainya. 
Lebih jauh lagi, pemantik mengangkat pembicaraan dari salah datu tokoh strukturalisme, yaitu Ferdinand de Saussure. Ia  adalah filsuf kontemporer yang muncul pada abad ke-20. Menurut de Saussure, strukturalisme adalah cara filsafat yang mendasari semua pemikiran abad modern dan linguistik merupakan salah satu Ilmu yang sistematis dalam bidang humaniora.
Selain itu, de Saussure juga telah meletakkan linguistik moderen dan ia sudah menerbitkan karya tulisnya melalui buku yang berjudul Cours de Linguistique general pada (1916). Dari buku tersebut, teori linguistiklah yang dicantumkan dalam strukturalisme. 
Pemantik mengakhiri diskusi dengan pemaparan ringkas tentang strukturalis. Hingga diskusi ditutup dengan tanya jawab.
Siti Mariam (Sosiologi Agama Semester 2A)